Banyak saham IPO 2023 yang gratis, kata Ketua OJK

Uncategorized243 Dilihat


Jakarta, CNCB Indonesia – Terpantau sejumlah saham yang IPO pada tahun 2023 masih menunjukkan return yang sangat rendah karena saham-saham tersebut kini dibanderol di bawah harga IPO.

Bahkan ada saham IPO yang anjlok lebih dari 80% dari harga penawaran awal.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga menyampaikan pandangannya terhadap emiten baru yang menempatkan sahamnya di pasar modal, namun kinerja sahamnya kurang menggembirakan bahkan mengalami penurunan harga penawaran.

Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan regulator akan melakukan pengawasan ketat terhadap emiten terkait dalam menyikapi permasalahan ini.

“Jadi tadi saya sampaikan, kalau ada pergerakan atau situasi yang tidak biasa, itu yang disebut aktivitas pasar yang tidak biasa,” ujarnya dalam rapat di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Selasa (12 Februari 2023).

Nantinya, regulator dalam hal ini BEI akan melakukan kajian mendalam, mengkaji dan menganalisis saham-saham tersebut. “Tentu bursa sedang melakukan investigasi mendalam, namun kami di OEC juga segera melakukan riset, analisis mendalam, dan melihat sangat mendalam latar belakang dan situasinya,” ujarnya.

Namun jika ditemukan pelanggaran, kata Mahendra, akan dilakukan penindakan sesuai norma hukum moneter yang berlaku. Mahendra menegaskan, tindakan yang dilakukan UMA dimaksudkan untuk memastikan bahwa situasi tersebut tidak melanggar.

Jadi intinya bukan naik turunnya harga itu sendiri, kalau ini memang pasar, tapi apakah ada hal yang tidak dibenarkan dalam naik turunnya itu, itu ada kaitannya dengan aturan dan undang-undang yang berlaku, ujarnya. .

Mahendra menambahkan, sikap bursa terhadap emiten yang harga sahamnya berfluktuasi signifikan bergantung pada hasil analisis.

“Karena bukan berarti kalau tidak ada dalam situasi tertentu, bukan berarti tidak berlanjut. Jadi hal itu terus dilakukan. Jadi silakan lihat dari sudut pandangnya, kita segera mulai memahami, mendalami, mempelajarinya,” tutupnya.

Baca Juga  Saham AMMN meroket, aset Agoes Projo bertambah Rp 42 triliun

Sebagai informasi, sejumlah saham yang baru tercatat di pasar modal yakni IPO pada 2023 menunjukkan kinerja lesu dan menempati posisi teratas merugi. Beberapa saham tersebut anjlok dari 59% menjadi 88% dalam waktu kurang dari setahun.

Beberapa diantaranya yaitu PT Lavender Bina Cendikia Tbk. (BMBL), PT Menn Teknologi Indonesia Tbk. (MENN), PT Hassana Boga Sejahtera Tbk. (NAYZ) dan PT Mitra Tirta Buwana Tbk. (JIWA).

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Debut IPO: Multisarana Intan Eduka (MSIE) langsung beli saham ARB

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *