Dengan disetujuinya RKAB, produksi batu bara BUMI bisa mencapai level tersebut.

Uncategorized420 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) telah mendapat persetujuan penerapan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dalam hal ini BUMI mendapatkan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PT Kaltim Prima Coal dan PT Arutmin Indonesia periode 2024 hingga 2026.

Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dilip Srivastava pun optimistis perseroan mampu mencapai target produksi batu bara sebesar 80 juta ton pada tahun 2024.

“Belum ada angka resminya, tapi diperkirakan bisa mencapai sekitar 80 juta ton. Produksinya lebih tinggi dibandingkan tahun 2023. Mudah-mudahan harga bisa lebih tinggi. Banyak tergantung geopolitik, ekonomi, cuaca, dan dinamika pasar,” dia berkata. kata Direktur dan Sekretaris Perusahaan BUMI Dilip Srivastava dalam wawancara dengan CNBC Indonesia, Selasa (1 Februari 2024).

Sekadar informasi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral resmi menerbitkan peraturan baru tentang tata cara penyusunan, pengajuan, dan persetujuan RKAB sektor pertambangan dan pertambangan batubara (minerba). Aturan tersebut tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 10 Tahun 2023.

Setidaknya resolusi menteri ini memuat beberapa poin penting. Hal tersebut antara lain alokasi waktu kegiatan RCAB, sanksi administratif, pelaksanaan poin-poin penting dalam penyusunan RCAB dan efektivitas manajemen waktu.

Sebelumnya, Dilip juga menegaskan industri batu bara harus menghadapi sejumlah permasalahan. Fluktuasi harga batu bara dan cuaca buruk merupakan hal yang harus diwaspadai sepanjang tahun ini.

Siklus komoditas menyebabkan harga batubara berfluktuasi karena tidak dapat diprediksi, ujarnya.

Ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi harga, seperti banjir yang melanda Tiongkok pekan lalu.

Keadaan ini menyebabkan terganggunya pengoperasian jalur pengiriman batubara kereta api di wilayah Jingxing. Tantangan lainnya adalah kenaikan harga bahan bakar minyak yang diyakini akan meningkatkan komponen biaya operasional perusahaan. Perlu juga diwaspadai adanya aturan simpanan sebesar 30% dari penerimaan ekspor untuk jangka waktu 3 bulan yang mulai berlaku pada 1 Agustus 2023.

Baca Juga  Penuh! Inilah naik turunnya harga Bitcoin dari tahun 2009-2023.

Efisiensi, digitalisasi, pengolahan batubara, dan diversifikasi non batubara juga termasuk tantangan dalam mencapai target produksi batubara tahun 2023.

“Faktor waktu, pasar, dan peraturan akan berperan dalam persepsi dan hasil pasar. Tentu saja BUMI menjadi satu-satunya perusahaan bebas utang yang memiliki pemegang saham kuat yaitu Bakrie, Salim & CIC dan lainnya. -lingkungan “Kebijakan lingkungan saat ini memberikan BUMI keunggulan komparatif,” tutup Dilip.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Sejumlah alasan mengapa saham BUMI memiliki prospek positif

(ra/ra)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *