Awas, Ini 7 Jebakan Trading Saham! Jangan menerima bonus

Uncategorized133 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Seorang pedagang saham perlu memiliki pola pikir yang baik untuk membuat keputusan mengenai perdagangan yang menguntungkan.

Dalam psikologi, psikologi perdagangan adalah studi dan pemahaman tentang aspek psikologis dan emosional yang mempengaruhi keputusan, perilaku dan kinerja pedagang di pasar keuangan. Hal ini melibatkan mempelajari pengaruh emosi, bias kognitif, pengendalian diri, disiplin dan kondisi mental terhadap hasil perdagangan.

Hal ini mencerminkan bahwa trader bukanlah makhluk yang sepenuhnya rasional, namun dipengaruhi oleh berbagai faktor psikologis yang dapat menyebabkan pemikiran menjadi bias, tindakan impulsif, dan pengambilan keputusan yang kurang optimal.

Trader menghadapi berbagai bias kognitif yang secara signifikan dapat memengaruhi proses pengambilan keputusan dan hasil trading mereka. Beberapa bias kognitif umum yang terlihat dalam perdagangan dan investasi meliputi:

Konfirmasi offset

Ini adalah kecenderungan untuk mencari, menafsirkan, atau menyukai informasi yang menegaskan keyakinan atau hipotesis yang dipegang sebelumnya. Trader mungkin secara selektif fokus pada informasi yang mendukung pandangan mereka saat ini mengenai pasar, mengabaikan data yang bertentangan dan berpotensi menyebabkan keputusan perdagangan yang bias.

Ilusi bias kontrol

Ilusi bias kendali adalah keyakinan bahwa masyarakat mempunyai kendali lebih besar atas hasil dibandingkan yang sebenarnya. Trader mungkin melebih-lebihkan kemampuan mereka dalam memprediksi atau memengaruhi pergerakan pasar, sehingga menyebabkan terlalu percaya diri, mengambil risiko lebih tinggi, atau mengabaikan tanda-tanda peringatan.

Bias melihat ke belakang

Ini adalah kecenderungan untuk menganggap peristiwa masa lalu lebih mudah diprediksi daripada yang sebenarnya. Trader mungkin percaya bahwa mereka dapat memprediksi pergerakan pasar secara akurat, sehingga menyebabkan terlalu percaya diri dan berpotensi membuat pengambilan keputusan di masa depan menjadi bias.

Baca Juga  DPR menyoroti kiprah Eric dalam memperbaiki proyek infrastruktur dan mengapresiasi kinerja PSSI

Kesalahan ketersediaan

Bias ketersediaan mengacu pada kecenderungan untuk mengandalkan informasi yang tersedia atau pengalaman terkini ketika membuat penilaian atau keputusan. Trader mungkin terlalu mementingkan peristiwa pasar terkini atau informasi yang mudah diingat, sehingga berpotensi mengabaikan data yang kurang dapat diakses atau data historis yang dapat memberikan gambaran lebih lengkap.

Trader tidak hanya dipengaruhi oleh bias kognitif, namun juga oleh bias emosional. Berikut adalah beberapa bias emosional yang umum terlihat dalam trading:

Bias keengganan untuk rugi

Bias keengganan rugi mengacu pada kecenderungan untuk lebih memilih menghindari kerugian daripada memperoleh keuntungan. Seorang trader mungkin lebih sensitif terhadap potensi kerugian dibandingkan keuntungan, sehingga mengakibatkan penghindaran risiko, keengganan untuk mengurangi kerugian, atau menahan posisi kerugian lebih lama dari yang diperlukan.

Bias terlalu percaya diri

Ini adalah kecenderungan untuk melebih-lebihkan kemampuan, pengetahuan, atau keakuratan prediksi seseorang. Trader mungkin terlalu percaya diri, yang menyebabkan mereka mengambil risiko berlebihan, melakukan perdagangan berlebihan, atau mengabaikan strategi manajemen risiko yang tepat.

Bias pengendalian diri

Bias pengendalian diri mengacu pada kesulitan yang dihadapi orang dan pedagang ketika mencoba mengendalikan impuls mereka dan tetap berpegang pada tujuan jangka panjang. Trader mungkin merasa sulit untuk tetap berpegang pada rencana trading atau strategi disiplin mereka, sehingga menyerah pada tindakan impulsif yang disebabkan oleh emosi jangka pendek atau fluktuasi pasar.

Bias status quo

Ini adalah kecenderungan untuk lebih memilih mempertahankan keadaan saat ini atau tetap berpegang pada pilihan yang sudah biasa. Trader mungkin enggan melakukan penyesuaian yang diperlukan terhadap strategi trading atau portofolio mereka, lebih memilih posisi atau kondisi pasar yang lazim, meskipun perubahan mungkin bermanfaat.

Baca Juga  Pelindo sedang membangun kawasan ekonomi khusus, berikut lokasinya

Psikologi trader penting karena berdampak langsung pada proses pengambilan keputusan, kinerja, dan kesuksesan individu atau organisasi secara keseluruhan di pasar keuangan.

Pasalnya, bias emosional dapat mempengaruhi proses pengambilan keputusan seorang trader. Memahami dan mengelola emosi ini sangat penting untuk membuat keputusan perdagangan yang rasional dan obyektif.

Perlu diingat juga bahwa trading yang sukses memerlukan kedisiplinan dan konsistensi dalam mengikuti rencana trading, strategi manajemen risiko, dan mengikuti aturan yang telah ditentukan.

Manajemen risiko yang efektif merupakan aspek penting dalam perdagangan. Kerugian adalah bagian yang tidak bisa dihindari dalam trading.

Psikologi trading membantu trader mengatasi kerugian dan penarikan dengan meminimalkan dampak emosional dan mencegah tindakan impulsif yang disebabkan oleh ketakutan akan kerugian lebih lanjut. Hal ini mendorong para pedagang untuk belajar dari kerugian dan mempertahankan jangka waktu investasi yang sesuai.

Psikologi perdagangan mempromosikan pola pikir yang berorientasi pada konsistensi. Hal ini membantu trader mengembangkan ekspektasi yang realistis, menghindari perilaku impulsif, dan mempertahankan pendekatan trading yang seimbang.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Video: Sekilas tentang prospek pasar saham untuk sisa tahun ini

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *