14 Pasien PPA BUMN Diobservasi 9 Bulan, Ada yang Tutup Lagi?

Uncategorized462 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berencana menutup perusahaan pelat merah yang sakit dan tidak bisa diselamatkan. Pembubaran ini sejalan dengan tujuan Kementerian BUMN yang akan mengurangi jumlah BUMN menjadi kurang dari 40 BUMN dengan 12 klaster ke depan.

Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo mengatakan pasca penutupan 7 BUMN pada tahun 2023, pihaknya akan kembali menutup perusahaan yang operasionalnya tidak sehat atau posisi keuangan perusahaan tidak dapat diperbaiki.

Tadi saya bilang, kalau misalnya tidak bisa diperbaiki, tidak bisa disulap, kita tambah lagi gerbangnya, ”ujarnya, Senin (1/8/2024).

Namun, pihaknya akan mengevaluasi dan mengkaji sejumlah perusahaan yang masuk kategori sakit selama sembilan bulan ke depan. “Tapi kita lihat saja apa yang terjadi dalam 9 bulan,” ujarnya.

Perusahaan yang sakit saat ini sedang dikaji oleh Perusahaan Pengelola Aset Publik (PPA). Saat ini, terdapat 14 perusahaan yang menjadi pasien PPA.

“Yang di PPA itu banyak, masih ada 14 perusahaan lagi yang kita periksa,” tutupnya.

14 pasien BUMN yang menjadi pasien PPA tersebut antara lain PT Barata Indonesia (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), PT Industri Kapal Indonesia (Persero), PT Dok dan Perkapalan Kodja Bahari (Persero), PT Dok dan Perkapalan Surabaya (Persero). , PT Jakarta Lloyd (Persero), PT Varuna Tirtha Prakasya (Persero) dan PT Persero Batam.

Berikutnya adalah PT Inti (Persero), Percetakan Umum Republik Indonesia (PNRI), PT Indah Karya (Persero), PT Amarta Karya (Persero), PT Semen Kupang (Persero) dan PT Primissima (Persero).

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

22 Pasien BUMN Jalani Restrukturisasi, PKPU Jadi Sorotan

Baca Juga  Perubahan manajemen: 360Kredi menunjuk mantan eksekutif AFPI Kuseryansya sebagai direktur pelaksana

(merampok/merampok)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *