Waspada anjloknya harga nikel. Berikut reaksi emiten tersebut

Uncategorized243 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Harga nikel dunia telah jatuh mendekati level terendah dalam tiga tahun terakhir. Anjloknya harga nikel diyakini disebabkan oleh membanjirnya pasokan nikel global dari Indonesia.

Berdasarkan Trading Economics, harga nikel di pasar dunia hingga Rabu (14/2/2024) ditetapkan sebesar $16.090 per ton. Secara mingguan harga nikel masih naik 2,14% dan secara bulanan – 0,80%. Namun dibandingkan periode yang sama tahun lalu, harga nikel masih turun 37,90%.

Pada Senin (22 Januari 2024), harga nikel global untuk kontrak tiga bulan dipatok hanya US$16.036 per ton, menurut Riset CNBC Indonesia. Posisi tersebut merupakan yang terendah sejak April 2021.

Harga rata-rata nikel global, menurut INSG, adalah US$16.600 per ton pada kuartal pertama, dan harga tersebut secara bertahap akan meningkat menjadi rata-rata US$16.813 per ton pada tahun 2024.

Lalu bagaimana reaksi emiten nikel yang tengah tertekan akibat pelemahan harga nikel belakangan ini?

Menanggapi hal tersebut, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), anak usaha PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA), menyatakan terus menerapkan manajemen operasional yang efektif.

GM Corporate Communications PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) Tom Malik mengatakan, pada umumnya perusahaan pertambangan merupakan price taker. Dengan demikian, fluktuasi harga nikel berada di luar kemampuan perseroan.

“Kami tidak bisa berbuat banyak terhadap fluktuasi harga nikel atau komoditas global,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Kamis (15 Februari 2024).

Oleh karena itu, ia berharap penerapan manajemen operasional yang efektif, didukung oleh struktur berbiaya rendah dan unit operasi yang terintegrasi, dapat mendukung kinerja perusahaan dengan baik.

Saat ini MBMA sendiri mengoperasikan tambang SCM (Sulawesi Cahaya Mineral), serta beberapa fasilitas produksi smelter dan brushed nickel.

Baca Juga  PGN membagikan dividen sebesar $222,43 juta yang akan diterima investor

Lebih lanjut, Sekretaris Perusahaan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Sarif Faisal Alkadri mengaku tidak bisa dimungkiri, memburuknya harga nikel global berdampak pada bisnis perseroan.

Namun seiring adaptasi dengan pasar nikel global pada tahun 2023, Antam mencatatkan peningkatan penjualan bijih nikel. belum dicoba selama tahun 2023 yaitu sebesar 67% dibandingkan periode tahun 2022.

Antam mencatat penjualan belum dicoba bijih nikel sebesar 11,71 juta ton pada tahun 2023, naik dari 7,01 juta ton pada tahun 2022.

Oleh karena itu, Antam akan lebih fokus pada pasar bijih nikel dalam negeri pada tahun 2024, seiring dengan pengolahan nikel yang sedang berjalan, ujarnya.

Antam akan terus berupaya meningkatkan kinerja produksi dan penjualan seluruh produk inti perseroan pada tahun 2024, kata Faisal. Upaya tersebut dilakukan untuk mencapai kinerja optimal bagi seluruh pemegang saham, pemangku kepentingan dan masyarakat.

“Antam akan fokus pada strategi pengembangan basis pelanggan domestik, khususnya produk emas, bijih nikel, dan bauksit,” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Tembaga Merdeka memberikan pinjaman sebesar Rp 1,5 triliun kepada anak ini

(melalui)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *