Warga Jabar punya utang paling banyak, hingga Rp 16,55 triliun.

Uncategorized19 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Angka kredit macet atau default rate di atas 90 hari (TWP90) di industri peer-to-peer (P2P) lending terus meningkat pada awal tahun 2024. Sedangkan Jawa Barat memimpin wilayah dengan nilai kredit terburuk.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pangsa P2P lending TWP90 mencapai 2,95% pada Januari 2024. Ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 2,93% year-on-year pada Desember 2023.

Sementara itu, realisasi pendanaan fintech P2P lending mencapai Rp60,42 triliun pada Januari 2024, mencatatkan pertumbuhan year-on-year (YoY) sebesar 18,40%. Angka tersebut mewakili pertumbuhan 16,67% YoY yang tercatat pada Desember 2023.

Berdasarkan statistik OJK, Jawa Barat menduduki peringkat pertama dalam daftar daerah dengan riwayat kredit terburuk. Statistik P2P lending periode Januari 2024 menunjukkan Jawa Barat memiliki utang tertinggi di Indonesia, mencapai Rp 16,55 triliun.

Angka TWP90 di Jabar tercatat mencapai 3,77%, melebihi rata-rata nasional sebesar 2,95%. Tingkat kredit macet di Jawa Barat meningkat sebesar 22,58% year-on-year dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain Jabar, peringkat kedua ditempati DKI Jakarta dengan jumlah pinjaman mencapai Rp11,17 triliun, sedangkan peringkat ketiga ditempati oleh Jawa Timur dengan jumlah pinjaman sebesar Rp7,54 triliun.

Kedua wilayah ini juga menghadapi tantangan serupa dalam hal kredit bermasalah, dengan tingkat kredit bermasalah yang signifikan masing-masing mencapai 3,40% dan 2,80%.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Kredit Pintar menunjuk mantan bos Pefindo sebagai direktur utama

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Rupee Jatuh, Muncul Suara Suku Bunga BI Harus Naik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *