Toyota Motor mencetak rekor keuntungan meski ada skandal

Uncategorized152 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Produsen mobil Jepang Toyota Motor melaporkan pertumbuhan laba bersih yang fantastis pada kuartal ketiga dan menaikkan perkiraan pendapatannya untuk tahun fiskal pertama. Pencapaian tersebut membuat saham Toyota di Bursa Tokyo mencatatkan rekor tertinggi dalam perdagangan intraday.

Produsen mobil Jepang tersebut mengatakan pada hari Selasa bahwa laba bersih naik 87% dari tahun sebelumnya menjadi 1,36 triliun yen (Rp 143,64 triliun) untuk tiga bulan yang berakhir pada 31 Desember.

Pendapatan kuartal ketiga naik 23% year-on-year menjadi 12,04 triliun yen (Rs 1,274 triliun), sejalan dengan pertumbuhan penjualan di Amerika Utara dan Eropa, menurut Wall Street Journal.

Untuk tahun fiskal yang berakhir pada bulan Maret, perusahaan memperkirakan laba bersih akan meningkat 84% menjadi 4.500 triliun yen (Rs 476,6 triliun), atau mengalahkan ekspektasi sebelumnya yang memperkirakan kenaikan sebesar 61%.

Perusahaan memangkas perkiraan penjualan kendaraan pada tahun fiskal, termasuk anak perusahaan Daihatsu Motor dan Hino Motors, menjadi 11,23 juta unit, turun dari perkiraan sebelumnya sebesar 11,38 juta unit. Produsen mobil tersebut mengaitkan proyeksi penurunan tersebut dengan penangguhan beberapa pengiriman Daihatsu.

Toyota memperkirakan pendapatan pada tahun fiskal akan meningkat 17% menjadi 43,50 triliun yen (Rs 4.606 triliun), naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 16%. Hal ini disebabkan ekspektasi melemahnya yen.

Pelemahan yen juga membantu mengangkat saham eksportir Jepang, termasuk Toyota. Saham perusahaan baru-baru ini naik 4,6% menjadi 3.129 yen, mencapai rekor tertinggi baru.

Produsen mobil terbesar di dunia ini mencetak rekor penjualan baru pada tahun 2023 setelah pulih dari kemerosotan akibat pandemi dan krisis chip global. Toyota menjual 11,2 juta kendaraan di seluruh dunia pada tahun 2023, melampaui angka tertinggi sebelumnya sebesar 10,7 juta unit pada tahun 2019.

Baca Juga  Keputusan The Fed menyebabkan harga minyak lebih tinggi

Sebagai perbandingan, produsen mobil terbesar kedua di dunia, Volkswagen, menjual sekitar 9,2 juta kendaraan di seluruh dunia pada tahun 2023.

Toyota juga menjadi perusahaan otomotif besar Jepang pertama yang melaporkan laba periode Oktober-Desember. Nissan Motor dan Honda Motor dijadwalkan melaporkan hasilnya pada Kamis.

Seiring dengan pencapaian tersebut, saham PT Astra International Tbk. (ASII) yang mendistribusikan produk Toyota di Indonesia mencatatkan kenaikan 1,4% ke Rp 5.225 per saham. ASII sendiri mengendalikan operasional Toyota di Indonesia melalui Toyota Astra Motor.

Terlibat dalam skandal

Sebelumnya, persoalan tendensius ini sempat menghebohkan raksasa otomotif asal Jepang, Toyota. Setelah sebelumnya pabrikan terjerumus skandal keselamatan lalu menarik kembali sejumlah mobil, termasuk Fortuner dan Innova, karena “memalsukan data keluaran torsi mesin diesel”, kini muncul isu lain.

Dalam laporan Yahoo Finance yang mengutip Reuters, Toyota telah mengeluarkan peringatan terhadap 50.000 kendaraan yang diproduksinya di Amerika Serikat (AS). Model yang terpengaruh: Corolla 2003-2004, Corolla Matrix 2003-2004, dan RAV4 2004-2005 yang dilengkapi airbag Takata.

“Lebih dari 30 kematian di seluruh dunia, termasuk 26 kematian di Amerika Serikat, dan ratusan cedera pada kendaraan dari berbagai produsen mobil sejak tahun 2009 telah dikaitkan dengan inflator airbag Takata, yang dapat meledak dan menyemprotkan pecahan logam ke dalam mobil dan truk.” , kata the laporan. (01/02/2024).

Pada beberapa model Corolla dan Corolla Matrix, terdapat laporan airbag mengembang secara independen bahkan tanpa tabrakan. Ini merupakan penarikan terbesar dalam sejarah yang terkait dengan skandal keselamatan.

Sebelumnya, produsen mobil lain mengeluarkan peringatan “Jangan Berkendara” untuk kendaraan dengan airbag Takata yang lebih tua setelah terjadi kecelakaan fatal. Toyota sendiri enggan menyebutkan apakah peringatan “Jangan Berkendara” itu disebabkan oleh cedera serius atau kecelakaan fatal yang melibatkan salah satu kendaraannya.

Baca Juga  DPR menyetujui tujuh nama badan pengawas FPS

Skandal tersebut merupakan bagian dari rangkaian permasalahan yang melibatkan perusahaan yang berbasis di Aichi, Jepang tersebut. Sebelumnya, Chairman Toyota Motor Corporation Akio Toyoda meminta maaf pada konferensi pers di Nagoya, Jepang.

“Kami meminta maaf karena telah mengganggu dan mengkhawatirkan pelanggan dengan serangkaian skandal,” kata Toyoda dalam konferensi pers di Nagoya, Jepang, seperti dikutip Kyodo News, Rabu.

“Penipuan data yang terjadi di ketiga perusahaan ini merupakan masalah yang sangat serius yang mengkhianati kepercayaan pelanggan dan melemahkan fondasi sistem sertifikasi kendaraan,” ujarnya.

Ketika ditanya mengapa manajemennya gagal mengidentifikasi kesalahan di anak perusahaan Toyota, Toyoda mengaku terlalu sibuk menjalankan “Toyota sendiri”. Diketahui, manipulasi tersebut dilakukan sejak lama, saat Toyoda masih menjabat sebagai presiden dan CEO TMC.

“Pada akhirnya, kami adalah perusahaan yang berbeda,” kata Toyoda, yang jarang muncul di media, seperti dikutip Japan Times.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Bukit Asam (PTBA) mencatatkan laba Rp 3,8 triliun hingga Q3 2023

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *