Tak heran jika investor ritel kepincut dengan saham BBRI, dan inilah alasannya!

Uncategorized23 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) terus menjadi favorit investor ritel. Hal ini sejalan dengan upaya Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk meningkatkan jumlah investor ritel di pasar modal Indonesia.

Seperti diketahui, OJK menargetkan jumlah investor terus bertambah hingga mencapai target 20 juta Single Investor Identifier (SID) pada tahun 2027.

Berdasarkan RTI Business, jumlah pemegang saham BBRI mencapai 517.854 investor per 31 Mei 2024. Jumlah ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang berjumlah 447.812 investor. Peningkatan tersebut tentu bukan tanpa alasan, mengingat BRI memiliki fundamental bisnis yang sangat baik.

Kepala Riset Investasi Cheryl Tanuwijaya menjelaskan BBRI mampu mencatatkan kinerja gemilang pada empat bulan pertama tahun 2024. Faktanya, pertumbuhan pendapatan pada periode tersebut meningkat sebesar 4,5% year-on-year (YoY).

“Di tengah berbagai tantangan perekonomian global dan domestik, kredit BBRI masih tumbuh sebesar 12% meski suku bunga tinggi. Sedangkan cost of credit juga turun 3,7%,” kata Sheryl kepada CNBC Indonesia, Kamis (13/). 6/2024).

Mengutip data tersebut, Sheryl pun merekomendasikan pembelian saham BBRI dengan target harga Rp 5.600 per saham dan stop loss Rp 4.200 per saham.

Selain itu, pengamat pasar modal Lanjar Nafi memperkirakan harga saham BBRI saat ini relatif rendah, turun signifikan hingga lebih dari 30% sejak Maret 2024. Hal ini memberikan peluang bagi investor, khususnya investor ritel, untuk mendapatkan dorongan yang bisa dikatakan sangat jarang terjadi pada saham perbankan kelas kapitalisasi terbesar ketiga di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

“Secara teknis pergerakan harga saham mempunyai kemampuan membentuk pola. dasar ganda “dengan neck level di kisaran Rp 4.600 dan target penguatan lanjutan hingga harga kembali di atas level psikologis Rp 5.000,” ujarnya.

Baca Juga  Mendadak Kaya, 4 Bos Medco (MEDC) dapat Saham Gratis Jutaan

Selain itu, BBRI diyakini berhasil mencatatkan pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) sebesar 9,7% YoY. Angka ini melebihi pertumbuhan tahun lalu yang hanya sebesar 7,8% year on year.

Pertumbuhan pendapatan bunga bersih BBRI juga terlihat lebih tinggi dibandingkan bank lain seperti BMRI, BBTN, BBNI dan BBCA, menurut data Bloomberg.

Peningkatan NPV menunjukkan bahwa BBRI mampu mengelola portofolio pinjaman dan simpanan dengan baik, hal ini mencerminkan strategi penetapan suku bunga yang efektif dan peningkatan efisiensi pengelolaan aset.

“Dividen memanen BBRI saat ini tampil lebih besar dibandingkan bank besar lainnya. BBRI punya hasil dividen “Sebanyak 7,3%, sedangkan saham BBNI 6,3%, BMRI 5,97%, BBTN 4,1%, dan BBCA 2,92%,” jelasnya.

Kalau dipikir-pikir, jelas BBRI memberikan imbal hasil tunai yang besar kepada pemegang sahamnya. Hal ini dapat menjadi daya tarik bagi investor yang mencari pendapatan atau dividen stabil dari investasinya.

Dari sisi valuasi saat ini, BBRI memiliki rasio price to book value (PBV) sebesar 2,25x, relatif lebih rendah dibandingkan rata-rata industri perbankan yang mencatatkan PBV sebesar 2,51x.

Dia mengatakan, rendahnya PBV mungkin mencerminkan ekspektasi pasar yang lebih rendah terhadap pertumbuhan atau kinerja BBRI dibandingkan kompetitor di industri perbankan.

Selain itu, rendahnya PBV juga dapat dilihat sebagai peluang investasi potensial bagi investor yang menilai valuasi BBRI saat ini masih terlalu rendah dibandingkan nilai intrinsiknya atau potensi pertumbuhannya di masa depan.

“Menurut analis Bloomberg, rating rekomendasi saham BBRI masih sangat menarik dengan 33 rating beli dari 35 analis yang meliputnya. Rata-rata target harga Rp 6.100 untuk 12 bulan ke depan,” ujarnya.

Ngomong-ngomong, Morgan Stanley juga memberi rating kegemukan untuk saham BBRI dengan target harga fundamental Rp 6.500.

Baca Juga  Berkelanjutan mikro dengan suku bunga tinggi, BRI memanfaatkan peluang ini

Sekadar informasi, OJK optimistis industri pasar modal di Indonesia masih sangat bergairah di tahun 2024. Hal ini didukung oleh sentimen positif yang dihasilkan oleh kondisi perekonomian dalam negeri dan tingginya minat investasi masyarakat.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Tujuan besar Sunarso dan BRI pada tahun 2024 adalah memperkuat kapabilitas perbankan ritel

(dpu/dpu)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *