Sultan Subanga Asep Sulayeman Sabanda Gugat PKPU, BEBS Buka Suara

Uncategorized178 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – PT Berkah Beton Sadaya Tbk. (BEBS) melaporkan, pengendali perseroan, Asep Sulaeman Sabanda alias Sultan Subang, telah menerima tuntutan penundaan kewajiban pembayaran (DSPO) dan wanprestasi yang diajukan sejumlah kreditur.

Merujuk keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), putusan wanprestasi tersebut berdasarkan Perkara Nomor 1044/Pdt.G/2023/PN JKT.SEL yang mana penggugat antara lain DR. Insinyur Bersertifikat. Surjatun Vijaja, Sh.MBA, Ms. Lily, Ibu Ailey dan Ibu Lenawati Vijaya.

Sedangkan terdakwa antara lain H. Asep Sulaeman Sabanda, Hj. Fina Nuryanti dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI).

Latar belakang klaim wanprestasi ini berdasarkan informasi dari kuasa hukum perseroan sekaligus Komisaris Utama Asep Sulaeman Sabanda yang merupakan Direktur Utama PT Sumber Energi Alam Mineral (SEAM).

“Pada tahun 2018, SEAM memiliki sejumlah utang kepada kreditur, yang disertai dengan penandatanganan Akta Jaminan Staf dari Bapak Asep Sulayeman Sabanda yang menjamin pelunasan utang tersebut,” tulis manajemen, Jumat (16/2).

Pada 24 Oktober 2023, 4 kreditur mengajukan pernyataan wanprestasi berdasarkan Perjanjian Penjaminan Staf dengan Asep Sulaeman Sabanda.

Manajemen menegaskan bahwa tuntutan wanprestasi yang diajukan terhadap Pengendali dan Komisaris Utama Perseroan tidak mempengaruhi gugatan terhadap Perseroan, mengingat Perseroan tidak mempunyai hubungan hukum dengan SEAM (bukan merupakan anak perusahaan, anak perusahaan atau perusahaan lain). esensi).

“Saat ini gugatan wanprestasi masih menunggu proses di pengadilan,” tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Klaim PKPU selesai, Indopharma (INAF) harus membayar sejumlah tersebut

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Bank raksasa ini ingin PHK dan menyiapkan paket pesangon sebesar Rp 15 triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *