Setelah kehilangan kekayaannya, bos Duta Palma ternyata menjadi mantan orang terkaya di Republik Indonesia

Uncategorized258 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Anak perusahaan Duta Palma Group telah ditetapkan sebagai tersangka. Hal ini berdasarkan keterangan Wakil Jaksa Agung Pidana Khusus Febri Adriancia yang menyebut anak usaha Duta Palma Group telah ditetapkan sebagai tersangka terkait izin penguasaan lahan.

Pengadilan Negeri (JC) Jakarta Pusat memvonis ketua kelompok Duta Palma, Surya Darmadi alias Apeng dengan hukuman 15 tahun penjara. Putusan ini mengakhiri kasus korupsi terbesar di Indonesia.

Siapa sebenarnya Surya Darmadi, tersangka kasus korupsi yang merugikan negara ratusan triliun rupee? Berikut profilnya yang dirangkum CNBC Indonesia.

Pernah menjadi orang terkaya

Surya sebelumnya menduduki peringkat ke-28 orang terkaya di Indonesia versi majalah Forbes pada tahun 2018. Kekayaannya saat itu mencapai 20,73 triliun rupiah.

Sayangnya, Surya Darmadi harus mendekam sementara di Rutan Salemba (Ruthan) selama 20 hari sementara pengusutan kasus dugaan korupsi perampasan tanah terus berlanjut.

Surya kini terbukti menjadi pejabat korup terbesar di Indonesia dan divonis 15 tahun penjara.

Gurita bisnis

Menurut Indonesiatatler.com, Surya Darmadi adalah pendiri dan ketua Darmex Agro Group melalui anak perusahaannya Dutapalma Nusantara. Merujuk laman Linkedin PT Darmex Agro disebutkan, perusahaan ini didirikan pada tahun 1987 melalui pembentukan unit bisnisnya PT Dutapalma Nusantara. Dan menjadi salah satu grup kelapa sawit terbesar di Indonesia.

Masih mengacu pada profil Linkedin, lahan perkebunan dikabarkan berlokasi di Riau dan Kalimantan, sedangkan 8 pabrik kelapa sawit (PKS) berlokasi di Pekanbaru, Jambi, dan Kalimantan. Dengan perkiraan produksi minyak sawit mentah (CPO) sekitar 36 ribu ton per bulan.

Darmex Group dilaporkan memiliki kantor pusat di Jakarta dan lebih dari 13 ribu karyawan di Indonesia.

Baca Juga  Harga minyak kembali naik menjelang pertemuan OPEC

Pada tahun 2008, perusahaan melakukan konsolidasi anak perusahaannya sehingga kepemilikannya meningkat menjadi 95%.

Duta Palma Nusantara tercatat dalam Direktori Perusahaan Kementerian Perindustrian sebagai perusahaan beralamat di Riau yang bergerak di bidang CPO dan sektor inti.

Apalagi Darmex Group memiliki jaringan bisnis lain. Namun, tidak banyak informasi. Faktanya, website Darmex Agro sudah tidak bisa diakses lagi.

Hasil penelusuran seperti dilansir sgu.ac.id, Darmex Agro, salah satu kelompok usaha kelapa sawit di Indonesia. Memiliki 2 anak perusahaan yaitu Darmex Biofuels dan Darmex Oil & Fats.

Kedua perusahaan tersebut juga terdaftar di direktori Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Darmex Oil & Fats sendiri terdaftar di cekbpom.pom.go.id sebagai pendaftar minyak goreng sawit (migor) merek Palma. Tabung plastik dengan volume 5 dan 18 liter juga cocok untuk tas dengan kapasitas 1 dan 2 liter.

Perusahaan juga telah mendaftarkan merek minyak goreng sawit Minyakita, namun masa berlakunya hanya hingga 17 Mei 2022.

Partisipasi dalam penyelewengan fungsi konversi hutan

Surya sempat terjerat hukum saat KPK menyidangkan kasus dugaan suap terkait permohonan peninjauan reboisasi di Riau pada tahun 2014. Kasus ini merupakan pengembangan dari kasus penangkapan mantan Gubernur Riau Annas Maamoun. dan teman-temannya.

Hasil pemeriksaan, Surya menyuap mantan Gubernur Riau Anas Maamun hingga Rp3 miliar melalui medali emas gulat Manurung. Surya menyuap Annas untuk mengubah lokasi perkebunan milik PT Duta Palma menjadi kawasan non hutan.

Dia buron dan menghindari persidangan selama 8 tahun. Sebab pada tahun 2014 ia kabur ke luar negeri.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Direktur Tersangkut Kasus Korupsi, Manajemen Bukaka Buka Suara

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *