Sengketa Pilpres Habiskan Hampir 16.000 Dolar Rupiah, BI Segera Turun Tangan!

Uncategorized28 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) segera mengambil langkah intervensi pasar untuk menstabilkan nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Posisi dolar AS hampir mencapai Rp 16.000 pagi ini.

“BI terus masuk ke pasar untuk memastikan keseimbangan antara pasokan dan permintaan di pasar valas,” jelasnya. Kepala Pengelolaan Moneter BI Edy Suzianto untuk CNBC Indonesia Selasa (4 Februari 2024).

Didorong oleh data Refinitif pada pukul 09:43 WIB rupiah berada di posisi i, Rp 15.955 per dolar AS. Mata uang Garuda melemah 0,44%. Posisi rupiah saat ini merupakan yang terendah sejak 8 April 2020 atau hampir empat tahun terakhir saat rupiah mencapai Rp 16.150.

Menurut Edhi, ada beberapa faktor penyebab melemahnya rupee. Antara lain sentimen di AS dan China.

“Dari sumber global, kecuali AS, dimana terdapat penurunan ekspektasi penurunan FFR, sepertinya rupee juga sangat terkena dampak melemahnya yuan Tiongkok,” ujarnya.

Sementara itu, ada permintaan dolar AS dalam negeri karena adanya repatriasi, dan pasar SBN masih mengalami outflow dana asing, jelas Edi. Selain itu, laporan Badan Pusat Statistik (CSTA) kemarin mengenai inflasi juga berdampak pada inflasi.

Ekonom senior Samuel Securitas Indonesia Fitra Faisal Hastiadi juga menilai persidangan sengketa Pilpres 2024 secara khusus turut menyumbang sentimen negatif di kalangan pelaku pasar keuangan. Ketidakpastian politik, menurut pelaku pasar keuangan, semakin meningkat.

Ketidakpastian politik masih ada dan kendala terakhir adalah apakah Mahkamah Konstitusi akan membatalkan status Gibran sebagai wakil presiden terpilih, ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Cukup bernafas, gejolak global mulai mereda

Baca Juga  10 Saham Ini Akan Dibuang Asing Saat IHSG Kembali ke Level 7300

(pengusir hama/pengusir hama)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *