Saham BBCA kembali mencetak rekor jelang RUPS hari ini

Uncategorized130 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pemantauan dilakukan terhadap emiten jasa perbankan terbesar di Indonesia berdasarkan kapitalisasi pasar yaitu PT Bank Central Asia Tbk (BBCA). kembali diperkuat dan kembali mencapai level rekor setelahnya pemecahan saham pada sesi perdagangan I Kamis (14/3/2024).

Pada jam satu 09:49 Saya menguasai saham WIB dan BBCA.duri 2,25% ke posisi Rp 10,225/unit. Saham BBCA juga kembali mencetak rekor (tertinggi yang pernah ada/ATH) postingan pemecahan saham pada pertemuan I hari ini. Terakhir, BBCA mencetak rekor tertinggi pemecahan saham pada perdagangan Jumat lalu seharga Rp 10.150 per unit.

Berdampingan denganJumlah penjualan saham BBCA yang sama pada sesi I hari ini juga sama 5.290 kali dengan volume 19.74 juta lembar saham dan nilai transaksinya mencapai Rs. 199,97 miliar. Kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 1,2.60,49 triliun.

Hingga satu jam 09:49 VIB, masuk Order beli atau buy di harga Rp 10.000 per unit menjadi antrian beli terbesar di sesi pertama hari ini, mencapai 38 413 banyak atau sekitar rupee 38 miliar

Apalagi dalam rangka menawarkan atau menjual, harga 10 rupiah indonesia.250/unit, menjadi antrian penjualan terbesar pada sesi I hari ini yaitu mencapai 43340 banyak atau sekitar rupee 44 miliar.

Saham BBCA kembali mencetak rekor sementara menjelang rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) yang rencananya akan digelar Hari ini.

Salah satu agenda rapat tersebut adalah penetapan penggunaan laba bersih BCA tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2023. atau tahun anggaran 2023.

“Pemanfaatan laba bersih perseroan diminta untuk dialokasikan sebagai dana cadangan bagi pembagian dividen tunai dan sisa laba bersih yang tidak ditentukan penggunaannya akan ditetapkan sebagai laba ditahan,” dikutip BCA. mengatakan dalam Pemberitahuan Undangan. Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) RUPST, Kamis (15 Februari 2024).

Baca Juga  Dibuka Pandu Shahrir, peserta Investment Expo 2023 memadati

Berdasarkan keterangan resmi perseroan, laba bersih akan diusulkan untuk dijadikan dana cadangan bagi pembagian dividen tunai, dan sisa laba bersih yang tidak ditentukan penggunaannya akan ditetapkan sebagai ditahan. pendapatan.

Sebelumnya, BBCA mencatatkan laba bersih konsolidasi pada tahun 2023 mencapai Rp 48,6 triliun atau tumbuh 19,4% secara tahunan (tahun demi tahun/y/y) didukung oleh peningkatan jumlah pinjaman yang diberikan.

Presiden Direktur BBCA Jahja Setiatmadja meyakini perekonomian dalam negeri tetap tangguh dan stabil meski menghadapi sejumlah tantangan berupa tekanan inflasi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik.

Penyaluran kredit ke segmen UKM dan konsumer akan meningkat signifikan mulai Desember 2023. Pertumbuhan pinjaman BCA meningkat dua kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

Per 31 Desember 2023, kredit korporasi tumbuh 15% mencapai Rp368,7 triliun dan kredit komersial tumbuh 7,5% menjadi Rp126,8 triliun.

RISET CNBC INDONESIA

[email protected]

Penolakan tanggung jawab: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berdasarkan pandangan Riset CNBC Indonesia. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca dan kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul akibat keputusan ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

RISE terima Rp 400 miliar dari BCA. Apa gunanya?

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *