Saham Bank Raksasa Kembali Jatuh, Sudah Saatnya Bangkit?

Uncategorized20 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Saham perbankan melemah pada sesi pertama perdagangan Selasa (21/5/2024), berbalik arah setelah tumbuh kuat pada beberapa hari sebelumnya.

Hingga pukul 11.30 WIB, saham lima bank raksasa terkoreksi pada sesi hari ini, dengan saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) terkoreksi paling dalam hingga mencapai 3,95% ke Rp 6.075 per unit.

Sementara itu, saham PT Bank Central Asia TBK (BBCA) hari ini terkoreksi tipis pada sesi pertama yakni turun 0,26% ke Rp 9.450 per unit.

Saham-saham bank raksasa kembali menjadi penekan terbesar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi pertama hari ini, setelah menopang IHSG beberapa hari lalu. Saham BMRI menjadi pencetak keuntungan terbesar dengan mencapai 22,75 poin indeks.

Berikut pergerakan saham-saham bank raksasa pada sesi I hari ini.

Penerbit Kode stok Harga terakhir Perubahan harga
Bank Mandiri (persero) BMRI 6075 -3,95%
Bank Negara Indonesia (Persero) BBNI 4830 -3,01%
Bank Syariah Indonesia BRIS 2410 -2,43%
Bank Rakyat Indonesia (Persero) BBRI 4740 -1,66%
Bank Asia Tengah BBCA 9450 -0,26%

Sumber: RTI

Koreksi saham-saham bank raksasa terjadi karena investor cenderung tunggu dan lihat Kita tunggu keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan Rabu pekan depan.

BI akan menggelar rapat Dewan Gubernur (RDG) hari ini dan besok. Hal ini akan membuat para pelaku pasar khawatir, salah satunya adalah suku bunga acuan.

Sebelumnya pada April 2024, BI mengejutkan pasar dengan menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 6,25%.

“Rapat Dewan Gubernur memutuskan untuk menaikkan BI rate,” kata Gubernur BI Perry Vargio dalam konferensi pers, Rabu (24 April 2024).

Baca Juga  Soal dividen besar, begini prospek saham BNI

BI mengatakan alasan kenaikan suku bunga adalah untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupee di tengah kemungkinan memburuknya risiko global dan sebagai langkah proaktif DAN visioner memastikan tercapainya target inflasi sebesar 2,5 plus minus 1% pada tahun 2024-2025 sesuai dengan kebijakan stabilitas.

Meski kembali melemah, namun fundamental saham-saham perbankan dinilai masih cukup baik, diiringi dengan valuasi saham-saham bank besar yang cukup murah akibat penurunan saham belakangan ini.

Kajian CNBC Indonesia

[email protected]

Penolakan tanggung jawab:Artikel ini merupakan produk jurnalistik berdasarkan pandangan Riset CNBC Indonesia. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca dan kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul akibat keputusan ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Menjelang musim dividen, investor memburu saham Bank Himbara

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *