Saham Bank Mandiri pernah mencatatkan rekor sebanyak dua kali, ditutup pada Rp 6.950.

Uncategorized171 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten perbankan dengan kapitalisasi pasar terbesar kelima di bursa, yakni PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), kembali ditutup mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa pada perdagangan Rabu (07/02/2024).

Pada penutupan perdagangan hari ini, saham BMRI melonjak 1,46% hingga ditutup pada Rp 6.950 per saham. Pada penutupan perdagangan hari ini menjadi titik tertinggi sepanjang masa atau tertinggi yang pernah ada (ATH) pesan baru pemecahan saham. Sedangkan ATH BMRI terbaru dicetak Rp 6.850 per unit pada perdagangan kemarin.

Saham BMRI kembali melonjak seiring investor menantikan kebijakan pembagian dividen perseroan. Apalagi, keberhasilan BMRI meraih rekor laba bersih pada tahun 2023 membuat investor optimistis pembagian dividen BMRI semakin menarik.

Riset CNBC Indonesia memperkirakan dividen yang akan dibagikan investor tahun ini berdasarkan laba bersih tahun fiskal 2023, dengan asumsi rata-rata rasio pembayaran dividen (DPR), atau distribusi laba, selama tiga tahun, telah dikurangi sebagian dari laba ditahan.

Secara nominal, BMRI berpotensi membagikan dividen terbesar yakni Rp 335 per saham. Sementara itu, perkiraan hasil dividen atau persentase hasil dividen harga saham BMRI sebesar 5,12%.

Potensi tersebut muncul setelah BMRI berhasil mencatatkan rekor laba bersih pada tahun 2023. Laba bersih konsolidasi BMRI pada tahun 2023 mencapai Rp55,06 triliun, meningkat 33,7% year on year (tahun demi tahun/yoi). Pencapaian tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang naik 9,08% year-on-year menjadi Rp 9,89 triliun.

Direktur Utama BMRI Darmawan Junaidi mengatakan, perolehan keuntungan tersebut juga merupakan yang terbesar sejak perusahaan berdiri 25 tahun lalu.

Ia juga mengatakan, pencapaian signifikan tersebut sejalan dengan kondisi perekonomian yang secara nasional masih tetap tahan terhadap volatilitas pada tahun 2023.

Baca Juga  OJK telah menerima 458 proposal inovasi keuangan digital hingga Desember 2023.

“Meskipun terdapat berbagai tantangan yang akan muncul pada tahun 2023, kinerja perekonomian Indonesia tetap kuat didorong oleh meningkatnya konsumsi rumah tangga, investasi, dan inflasi yang masih berlanjut. kata Darmawan, Rabu (31/1).

Sedangkan selama tahun 2023, kredit BMRI sebesar Rp1,398 triliun, naik 16,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Alhasil, aset bank tersebut mencapai Rp2,174 triliun, meningkat 9,12% year-on-year.

Sementara itu, bank menempatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1,576 triliun, naik 5,78% year-on-year pada rasio dana murah ataurekening tabungan saat ini(CASA) 79,4%.

RISET CNBC INDONESIA

[email protected]

Penolakan tanggung jawab: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berdasarkan pandangan Riset CNBC Indonesia. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca dan kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul akibat keputusan ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Dukung pasar SBN, BMRI raih 4 penghargaan Treasury

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *