Rupiah masih kuat, dollar bening di Rp 15.410

Uncategorized217 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Rupiah langsung menguat terhadap dolar AS di tengah ekspektasi investor terhadap neraca pembayaran Indonesia (NPI) dan risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu pagi waktu Indonesia.

Laporan dari RefinitifPada pukul 09:14 WIB, rupiah berada di Rp15.410 per dolar AS atau menguat 0,19%. Penguatan ini melanjutkan tren positif rupiah yang juga menguat. pada perdagangan Senin (20/11/2023), dimana mata uang Garuda menguat 0,32% dan berada pada posisi terkuat sejak 25 September 2023. Penguatan ini juga meneruskan penguatan pada hari sebelumnya yang juga menguat 0,32%.

Bank Indonesia akan mengumumkan data NPI dan transaksi berjalan triwulan III tahun 2023 hari ini. Kedua data ini akan menggambarkan keadaan perekonomian Indonesia dalam hal ekspor, pasokan dolar, serta investasi langsung dan investasi portofolio, yang mencerminkan minat investor asing untuk berinvestasi di Indonesia.
Publik juga menunggu apakah Indonesia akan terus mencatatnya. defisit ganda pada kuartal ketiga tahun 2023 setelah penempatan defisit ganda pada operasi saat ini dan keuangan pada kuartal kedua tahun 2023.

Seperti diketahui, pada kuartal II-2023, transaksi berjalan mencatat defisit sebesar $1,9 miliar atau 0,5% dari produk domestik bruto (PDB). Defisit ini merupakan yang pertama sejak kuartal II 2021.

Defisit tersebut diperparah dengan laporan neraca merah yang mencatat defisit sebesar $4,97 miliar, turun dari surplus $3,68 pada kuartal sebelumnya.

Neraca yang mencakup investasi langsung dan portofolio menunjukkan defisit sebesar US$4,97 miliar pada April-Juni 2023, berbalik arah dari surplus US$3,68 miliar pada Januari-Maret 2023. Neraca investasi portofolio pada triwulan II-2023 tercatat defisit sebesar US$2,59 miliar, berbalik arah dari surplus pada triwulan I-2023 sebesar US$3,03 miliar.

Baca Juga  Multifinance memperkirakan pertumbuhan dua digit pada tahun 2024

Defisit transaksi berjalan dan investasi portofolio yang besar membuat NPO secara keseluruhan mencatat defisit sebesar US$7,37 miliar pada kuartal kedua tahun 2023. Defisit tersebut merupakan yang pertama sejak kuartal III 2022.

Bank sentral AS, Federal Reserve (Fed), juga akan merilis risalah FOMC nanti malam atau Rabu dini hari waktu Indonesia. Risalah rapat ini diharapkan dapat menentukan arah kebijakan The Fed ke depan.

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Inilah harga beli dan jual nilai tukar rupee di kantor tukar.

(v/v)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *