Rupiah anjlok menjadi Rp 15.630 meski dana asing membanjiri pasar Indonesia

Uncategorized237 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Rupee melemah terhadap dolar AS di tengah kuatnya minat investor asing untuk berinvestasi di pasar keuangan domestik.

Laporan dari RefinitifRupiah ditutup melemah pada Rp15.630 per dolar AS atau 0,13%. Pelemahan ini mematahkan tren penguatan yang terpantau selama dua hari berturut-turut sejak 18 Januari 2024.

Sedangkan Indeks Dolar Amerika (DXY) pada pukul 14.51 WIB turun 0,08% menjadi 103,2. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan penutupan perdagangan kemarin (19/1/2024) yang berada di 103,28.

Tekanan yang terus berlanjut terhadap mata uang Garuda di tengah lesunya perekonomian China akan terus membebani pergerakan nilai tukar rupee. Alasannya, Naga Asia merupakan mitra dagang utang Indonesia.

Seperti kita ketahui, perekonomian Tiongkok perlu diwaspadai karena krisis properti yang berkepanjangan masih mengalami deflasi sehingga membuat pemerintah Tiongkok mempertimbangkan untuk meluncurkan paket stimulus besar-besaran senilai satu triliun yuan untuk mendongkrak industri.

Selain itu, Tiongkok hari ini juga mengumumkan bahwa suku bunga pinjaman utama (LPR) tahunan, yang merupakan jalur kredit jangka menengah yang digunakan untuk pinjaman korporasi dan rumah tangga, tetap tidak berubah pada rekor terendah 3,45% selama lima bulan berturut-turut.

Demikian pula LPR lima tahun yang menjadi acuan KPR tetap berada di level 4,2% selama tujuh bulan berturut-turut.

Jika suku bunga diturunkan, ada harapan perekonomian Tiongkok akan semakin membaik di masa depan.

Meski tekanannya masih cukup kuat, investor asing masih berminat masuk ke pasar keuangan dalam negeri.

Berdasarkan data transaksi 15-18 Januari 2024 yang dirilis Bank Indonesia (BI), investor asing di pasar keuangan domestik mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp7,66 triliun yang terdiri dari pembelian bersih di pasar SBN sebesar Rp5,52 triliun, pembelian bersih sebesar Rp 0,65 triliun di pasar saham dan pembelian bersih Surat Berharga Bank Indonesia Rupiah (SRBI) sebesar Rp 1,50 triliun.

Baca Juga  Pandu Syahrir ingin mendatangkan 2-3 perusahaan yang IPO tahun depan

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Rupiah yang dihantam The Fed mencapai Rp 15.500

(v/v)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *