Rumor merger dengan Grab membuat harga saham GOTO menjadi Rp 90.

Uncategorized137 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Saham emiten teknologi PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menguat pada perdagangan sesi I Senin (12/02/2024) di tengah masih hangatnya isu merger Gojek-Grab.

Hingga pukul 12.00 WIB, saham GOTO melonjak 1,19% menjadi Rp 85 per saham. Bahkan, saham GOTO menguat 7,14% dan kembali ke level psikologis Rp 90 per saham pada awal sesi I hari ini.

Saham GOTO diperdagangkan sebanyak 27.552 kali pada sesi hari ini dengan volume 3,38 miliar lembar saham dan nilai transaksi mencapai Rp 293,84 miliar. Kapitalisasi pasarnya saat ini mencapai Rp 102,12 triliun.

Darimemesan bukuTercatat pada sesi pertama hari ini antrian beli mendominasi antrian jual. Total antrian beli atau beli mencapai 38 juta lot, dengan antrian beli terbesar di Rp 84 per saham mencapai 8,1 juta lot atau sekitar Rp 68 miliar.

Sedangkan total antrian pengajuan penawaran atau penjualan mencapai 36 juta lot, dengan antrian terbesar untuk penjualan Rp 90 per saham mencapai 8,3 juta lot atau sekitar Rp 75 miliar.

GOTO menjadi populer di tengah rumor Gojek dan Grab berencana merger. Namun pimpinan keduanya buka suara.

Head of Corporate Communication GOTO, Sintha Setyaningsih, mengatakan sejauh ini belum ada pembicaraan dengan perusahaannya mengenai rencana tersebut. Karena itu, mereka tak mau bereaksi terhadap rumor yang muncul di pasaran.

“Kami belum bisa menanggapi rumor yang ada di pasar. Saat ini belum ada pembahasan mengenai hal tersebut,” kata Sinta seperti dikutip dari publikasi tersebut. detik.com.

Lebih lanjut, Direktur Komunikasi Grab Indonesia Mayang Schreiber mengatakan pihaknya belum mau mengomentari rumor tersebut.

Baca Juga  Uang pengusaha asal RI berbisik datar, tapi ternyata parkirnya ada di sini

“Kami tidak mengomentari rumor dan spekulasi yang beredar,” ujarnya.

GOTO Group dikabarkan kembali menjalin kontak dengan Grab Holdings di Singapura untuk membahas rencana merger yang telah diungkap ke publik pada tahun 2020 lalu.

Berdasarkan laporan BloombergGrab dan GoTo saat ini sedang dalam diskusi awal mengenai berbagai opsi merger.

Salah satu skenario yang mungkin terjadi adalah Grab mengakuisisi GoTo menggunakan uang tunai, saham, atau keduanya.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa GOTO kini semakin terbuka terhadap kemungkinan merger menyusul kedatangan manajemen baru. Patrick Walujo baru diangkat menjadi CEO tahun lalu.

Kabarnya, pada penghujung tahun 2020, saat itu, Gojek yang belum merger dengan Tokopedia menjalin koneksi dan mengidentifikasi potensi kesepakatan merger. Namun Gojek akhirnya memutuskan untuk merger dengan e-commerce unicorn Tokopedia dan menjadi perusahaan publik dengan nama GOTO Group.

Namun kini Tokopedia yang kini menjadi unit bisnis GOTO Group telah merger dengan induk TikTok, ByteDance. Tokopedia membuka jalan kembalinya TikTok Shop ke Indonesia.

RISET CNBC INDONESIA

[email protected]

Penolakan tanggung jawab: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berdasarkan pandangan Riset CNBC Indonesia. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca dan kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul akibat keputusan ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Performa meningkat, GOTO Fly 15% kembali ke level Rs 70.

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *