RI kembali mengalami defisit, rupiah melemah hingga Rp 15.640 per dolar AS

Uncategorized206 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Nilai tukar rupiah melemah terhadap dolar AS di saat perekonomian Indonesia dirundung sentimen defisit.

Laporan dari RefinitifRupiah dibuka melemah 0,1% pada Rp15.640 per dolar AS. Pelemahan rupee ini sejalan dengan depresiasi kemarin (26 Februari 2024) yang melemah 0,22%.

Sedangkan DXY pada pukul 08:59 WIB turun menjadi 103,79 atau 0,04%. Angka tersebut turun dibandingkan penutupan kemarin sebesar 103,83.

Melemahnya mata uang Garuda tidak lepas dari defisit ganda transaksi berjalan dan anggaran fiskal.

Pada triwulan IV tahun 2023, defisit transaksi berjalan Indonesia melebar menjadi US$1,3 miliar, dan untuk tahun 2023 secara keseluruhan, defisit tersebut mencapai US$1,6 miliar atau 0,1% terhadap PDB.

Di sisi lain, defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) tahun 2023 sebesar Rp347,6 triliun atau 1,65% dari produk domestik bruto (PDB).

Ekonom CIMB Niaga Mika Martumpal mengatakan twin defisit seringkali berdampak negatif pada pasar keuangan Indonesia, meski faktor suku bunga dan prospek pertumbuhan global juga berdampak pada stabilitas pasar.

Selain itu, kemungkinan pelebaran defisit APBN semakin besar mengingat keputusan pemerintah untuk tidak menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) atau listrik pada tahun ini hingga setidaknya Juni 2024.

Sebelumnya dalam rapat paripurna kabinet telah diputuskan bahwa hingga Juni tidak ada kenaikan listrik atau kenaikan bahan bakar, baik disubsidi atau tidak, kata Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto di kantornya di Jakarta, Senin. (26/02/2024).

Dengan demikian, kata dia, defisit APBN akan meningkat dari yang dilaporkan sebesar 2,29% terhadap PDB pada tahun ini menjadi sekitar 2,8%. Serta penambahan kebutuhan anggaran pada beberapa pos anggaran.

Baca Juga  Beginilah keadaan rupee setelah BI menaikkan suku bunga

Rasa kelangkaan yang terus-menerus ini dapat mempengaruhi prospek investor, terutama asing, untuk berinvestasi di dalam negeri karena kondisi perekonomian Indonesia dianggap tidak menguntungkan.

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Video: Rupiah melemah hingga mencapai Rp 15.700 per dolar AS

(v/v)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *