Rentetan laba dibandingkan saham Boncos pekan ini, STRK lebih unggul

Uncategorized336 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Sepanjang pekan ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak aktif dan berhasil menguat di atas level 7000.

Pada penutupan perdagangan Jumat (24/11/2023), indeks IHSG ditutup pada level 7.009,63, naik 0,46% atau 31,96 poin dalam sepekan. Posisi tersebut merupakan yang tertinggi sejak 5 Desember 2022.


Kuatnya indeks IHSG sepanjang pekan ini tak lepas dari cukup kuatnya aliran modal masuk asing yang mencapai Rp 304,77 miliar di seluruh pasar. Saham yang paling banyak dikoleksi asing antara lain PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 178,2 miliar, disusul PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) masing-masing Rp 135 miliar dan Rp 122,1 miliar.

Berikutnya PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) senilai Rp 99,9 miliar dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) senilai Rp 74,8 miliar.

Penguatan IHSG juga didukung oleh kondisi makroekonomi yang semakin membaik, terbukti dari prospek kebijakan global bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed), yang berpotensi melakukan pelonggaran lebih lanjut.

Seperti diketahui, The Fed bisa saja melunakkan kebijakannya jika kondisi inflasi menjadi datar dan dibarengi dengan meredanya pasar tenaga kerja. Inflasi AS tumbuh sebesar 3,2% secara tahunan (YoY) hingga Oktober 2023. Pertumbuhan tersebut lebih rendah dari bulan sebelumnya sebesar 3,7% dan lebih baik dari perkiraan pasar, yang memperkirakan pertumbuhan sebesar 3,3% dari tahun ke tahun.

Pasar tenaga kerja juga melambat, sebagaimana dibuktikan oleh data nonfarm payrolls AS, yang lebih rendah dari perkiraan pada bulan Oktober lalu yaitu sebesar 150.000 pekerjaan. Sementara perkiraan pasar memperkirakan 180.000 lapangan kerja.

Baca Juga  Awas, Ini 7 Jebakan Trading Saham! Jangan menerima bonus

Di pasar domestik, Bank Indonesia (BI) diketahui mempertahankan suku bunga acuan reverse repo BI-7 usai Rapat Dewan Gubernur pada 22-23 November 2023. BI rate tetap tidak berubah di angka 6%, sama seperti saat bulan lalu dinaikkan sebesar 25 basis poin (bps) pada 19 Oktober 2023.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan keputusan tersebut sejalan dengan kebijakan stabilisasi nilai tukar rupee terhadap dampak tingginya ketidakpastian global dan sebagai langkah preventif untuk memitigasi dampaknya terhadap inflasi barang impor atau inflasi impor. Dengan demikian, inflasi diharapkan tetap terkendali dan berada pada sasaran sebesar 3,0 ± 1% pada tahun 2023 dan 2,5 ± 1% pada tahun 2024.

Ekonom senior dan mantan Menteri Keuangan Bambang Brojonegoro mengatakan ada sejumlah alasan keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di angka 6%.

Bambang mengatakan BI berupaya menyeimbangkan upaya menjaga pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun 2023 sekaligus meletakkan landasan pertumbuhan ekonomi pada tahun depan.

“Saya melihat keputusan BI berupaya menyeimbangkan upaya mendorong pertumbuhan ekonomi di sisa tahun 2023, sekaligus memberikan landasan bagi pertumbuhan ekonomi tahun depan, dan di sisi lain menjaga inflasi tetap sesuai target,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Jumat. (24/11/2023).

Kebijakan BI yang mendukung suku bunga ditambah dengan meredanya tekanan global menjadi pemicu pergerakan bullish IHSG pada pekan ini. Hal ini menyebabkan sejumlah saham mengalami pergerakan paling menarik pada pekan ini, dengan saham PT Indointernet Tbk (EDGE) melonjak hingga 90%, disusul PT Estika Tata Tiara Tbk (BEEF) dan PT Buyung. Poetra Sembada Tbk (HOKI) menguat masing-masing 45,56% dan 41,18%.

Berikutnya di posisi keempat dan kelima ada PT Natura City Development Tbk dan (CITY) PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang masing-masing naik 38,27% dan 34,93%.

Baca Juga  Disanksi Atas Kematian Gibran, Ini Kekayaan Ketua CPU Hasim Asyari

Di sisi lain, ada saham yang paling banyak mengalami kerugian pada pekan ini, yakni PT Lovina Beach Brewery Tbk (STRK), PT Menn Teknology Indonesia Tbk (MENN), PT Mitra Pack Tbk (PTMP), PT Barito Pacific Tbk (BRPT). ) dan PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO). Pergerakannya selengkapnya dapat dilihat pada grafik berikut:



RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Memeriksa! Ini daftar emiten Cuan tahun 2023. Apakah Anda punya saham?

(tsn/tsn)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *