Produksi migas RI sulit mencapai target 660 ribu barel per jam, kenapa?

Uncategorized365 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia- Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengakui tidak mudah untuk mencapai target produksi minyak mentah sebesar 660.000 barel per hari (bph) pada tahun 2023, seringkali dilatarbelakangi terus menurunnya produksi minyak mentah nasional.

Pakar industri migas Hadi Ismoyo mengatakan, ada tiga hal yang penting menjadi fokus untuk menggairahkan produksi minyak, yakni eksplorasi, enhancement oil recovery (EOR), dan lapangan migas yang sudah ada. Saat ini, lapangan-lapangan migas milik Negara Republik Indonesia yang ada saat ini tergolong lapangan-lapangan migas tua yang produksinya terus menurun, sehingga kita dapat memaksimalkan eksplorasi dan meningkatkan laju perolehan minyak (oil recovery rate) untuk meningkatkan produksi.

Menurut Hadi Ismoyo, Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparvoto mengatakan, sumur minyak milik RI saat ini sudah tua sehingga minimnya eksplorasi menyebabkan turunnya produksi migas dan penurunan produksi migas. pencapaian target produksi 660 ribu botol per jam pada tahun 2023 sulit dipenuhi.

Permasalahan apa saja yang menghambat produksi minyak dan gas di Indonesia? Lebih lanjut simak perbincangan Sintha Zahara dengan Ketua Komisi VII DPR RI Sugeng Suparvoto dan praktisi migas Hadi Ismoyo di Squawk Box, CNBC Indonesia (Selasa, 07/11/2023)

Saksikan liputan langsung program TV CNBC Indonesia lainnya di sini.


Quoted From Many Source

Baca Juga  Utang bermasalah Dapen sudah Rp 3,61 ribu, OJK buka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *