Perdebatan energi ramah lingkungan semakin intensif: Bagaimana prospek saham PGEO?

Uncategorized105 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Subholding Pertamina, PT Geothermal Energy Tbk. (PGEO) diposisikan memiliki prospek bisnis dan kinerja saham yang positif. Kepala Riset PT Yuanta Sekuritas Indonesia Chandra Pasaribu mengatakan kinerja PGEO didorong oleh fundamental perusahaan dan prospek saham energi terbarukan.

“Secara fundamental, posisi PGEO sebagai emiten yang bergerak di bidang panas bumi tentu tidak ada kendala. Sama sekali tidak masalah. Semuanya baik-baik saja, dan dalam lima tahun ke depan akan lebih baik lagi. sampai dengan tujuh tahun,” kata Chandra dalam keterangan tertulis, Jumat (22/12).

Apalagi, lanjut Chandra, PGEO tidak lepas dari dukungan pemerintah terhadap berbagai insentif agar masyarakat dapat mengubah perilaku dan menggunakan sumber energi baru terbarukan (EBT).

Dengan intervensi langsung pemerintah, rencana bisnis masa depan perusahaan dapat disederhanakan, katanya. “Jadi secara fundamental, tentu saja berinvestasi pada (perusahaan) energi ramah lingkungan seperti PGEO adalah pilihan yang tepat,” ujarnya.

Apalagi, dari sisi perusahaan publik, saat ini hanya ada dua emiten energi panas bumi yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI), yakni PGEO dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN). Artinya, seluruh potensi investasi hijau di bursa nasional akan terkonsentrasi pada dua saham tersebut saja.

Prospek bisnis diperkirakan akan tetap positif dalam beberapa tahun ke depan seiring dengan percepatan transisi energi ramah lingkungan di Indonesia.

Meski demikian, Chandra kembali menegaskan kinerja saham PGEO dipengaruhi oleh perbedaan pandangan antara investor ritel atau individu dengan investor institusi.

“Jika kita berbicara dengan investor ritel, mereka mempunyai jangka waktu investasi yang pendek, sehingga terkadang mereka mengabaikan fundamental. Sebaliknya, investor institusi fokus pada investasi jangka menengah dan panjang sehingga perlu membatasi risiko investasi dengan melihat fundamentalnya,” jelas Chandra.

Baca Juga  Deklarasi Resmi dan Daftar Calon Wakil Presiden: Sekilas Harta Gibran

Sementara itu, mengacu pada laporan Q3 2023, Chandra mencatat bahwa kinerja operasional PGEO sangat baik, dengan total pertumbuhan pembangkit listrik dan uap sebesar 3,586 GWh (+4,3% year-on-year).

Aktivitas Perseroan sangat stabil: faktor ketersediaan steam sebesar 99,9% dan listrik sebesar 97,6%.

Sementara itu, pada triwulan III tahun 2023, total faktor daya mencapai 86,0%, uap – 81,0%, listrik – 92,0%. Hal ini menunjukkan efisiensi operasi yang tinggi.

Yuanta Sekuritas menetapkan target harga saham PGEO di Rp 1.420 per saham.

“Kami melihat momentum yang kuat bagi PGEO karena isu energi hijau yang saat ini sedang gencar dibicarakan. Oleh karena itu, Yuanta meningkatkan pertumbuhan jangka panjangnya menjadi 3% (dari sebelumnya 2%),” tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Puncak! Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PGEO) Pertamina akan menambah kapasitas sebesar 1 GW

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *