Penarikan! IHSG anjlok lebih dari 1%, saham inilah yang patut disalahkan

Uncategorized181 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Indeks Harga Saham Gabungan turun lebih dari 1% pada perdagangan Senin (12/11/2023) setelah menguat kuat pada pekan lalu.

Hingga pukul 15.21 WIB, IHSG turun 1,10% menjadi 7.080,73 dengan nilai transaksi Rp 11,58 triliun yang melibatkan 46,31 miliar saham dan transaksi sebanyak 1,34 juta kali.

Saham terbanyak tercatat bergerak di zona merah, dengan rincian 453 saham tercatat melemah, 180 saham stagnan, dan hanya 124 saham menguat.

Secara sektoral, penguatan hanya terjadi pada sektor cyclical konsumen, komoditas, dan keuangan. Sektor yang paling mendapat tekanan adalah indeks teknologi yang melemah lebih dari 6% pada perdagangan hari ini. Kemudian sektor industri, siklus konsumen, real estate, infrastruktur, dan transportasi masing-masing mencatat koreksi lebih dari 1%.

Saham GOTO menjadi beban utama IHSG atau menarik IHSG sebesar 45,56 poin setelah sahamnya anjlok lebih dari 20% pada perdagangan hari ini.

Berikutnya adalah BREN yang mulai kehilangan momentum setelah menyalip Bank of Central Asia (BBCA) dalam kapitalisasi pasar akhir pekan lalu untuk menjadi perusahaan paling bernilai di bursa. Hari ini, saham BREN terkoreksi lebih dari 3% dan menyeret hampir 7 poin indeks IHSG ke zona merah.

Selain itu, ada tiga emiten blue chip lainnya yang turut membebani pergerakan IHSG hari ini, yakni Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Telkom Indonesia (TLKM), dan Astra International (ASII) yang masing-masing kehilangan kurang dari 6 poin indeks IHSG.

Ada sejumlah saham yang masing-masing menahan pelemahan IHSG lebih dalam, yakni Amman Mineral International (AMMN), Bank Mandiri (BMRI), dan Pantai Indak Kapuk Dua (PANI).

[Gambas:Video CNBC]

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *