Pasca penjualan Plaza Atrium Senen, COWL terancam dikeluarkan dari BEI.

Uncategorized276 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) menarik kembali PT Cowell Development Tbk. (COWL) menolak kemungkinan delisting atau likuidasi sahamnya di pasar modal Indonesia.

Merujuk keterbukaan informasi BEI, hal ini berdasarkan pengumuman BEI pada 13 Juli 2020 yang menghentikan sementara perdagangan efek PT Cowell Development Tbk. (COWL) serta Keputusan Bursa No. II tentang delisting dan pencatatan kembali saham di bursa.

Suatu bursa efek dapat melakukan penghapusan (delisting) atas efek perusahaan tercatat apabila timbul kondisi atau peristiwa yang mempunyai dampak merugikan secara material terhadap kelangsungan hidup perusahaan tercatat secara finansial atau hukum atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan publik dan perusahaan tercatat. Perusahaan gagal menunjukkan indikasi pemulihan.

Selain itu, sesuai ketentuan III.3.1.2, saham-saham emiten yang terkena suspensi di pasar reguler dan pasar spot hanya diperdagangkan di pasar perjanjian paling sedikit selama 24 bulan terakhir.

“Akibat hal tersebut di atas, masa suspensi saham perseroan mencapai 42 bulan pada 13 Januari 2024,” tulis manajemen BEI, Selasa (16/1).

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham luar biasa tanggal 15 Juli 2022 adalah sebagai berikut:

  • Komisaris Utama : Joksan Melchizedek Atamu
  • Komisaris Independen: Adam Mingkay
  • Direktur Utama : Irvan Susanto
  • Sutradara: Pikoli Sinaga

“Bursa meminta masyarakat memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang disampaikan perseroan,” tutupnya.

Pemegang saham perseroan antara lain PT Gama Nusapala 71,12%, Feral Investment Inc 14,35%, Earvin Limited 8,12%, dan publik 6,41%.

Jual Plaza Atruim Senen

Beberapa waktu lalu, Cowell Development mengumumkan telah mengosongkan aset gedung Plaza Atruim Segitiga Senen.

Pendaftaran hak pengelolaan gedung Plaza Atruim Segitiga pada hari Senin oleh Euro Tanada selaku penerima hipotek atas properti yang disediakan oleh PT Bank QNB Indonesia Tbk dan Qatar National Bank Cabang Singapura (QSC) berdasarkan Perjanjian Pengalihan Piutang (Cessie) antara QNB Indonesia Singapura Branch, Tbk dan Qatar National Bank (QSC) dengan PT Euro Tanada No. 49 tanggal 27 Maret 2023, diterbitkan oleh Notaris Indrasari Kresnajaja, SH, M.Kn di Jakarta Selatan.

COWL memulai kegiatan operasionalnya pada tahun 1981. Induk langsung COWL adalah PT Gama Nusapala (memiliki 71,12% saham, Feral Investment Inc. – 14,35%, Earvin Limited – 8,12% dan perusahaan publik – sisanya 6,41%).

Beberapa proyek yang dibangun COWL antara lain Oasis Township di Cikarang dan Borneo Paradiso di Balikpapan. Kemudian Melati Mas Residence di Tangerang, Plaza Atrium Shopping Center di Senen (Jakarta) dan Cowell Tower di Jakarta.

Induk Cowell adalah PT Gama Nusapala, perusahaan milik PT Lestari Investindo Mandiri (LIM). LIM merupakan perusahaan yang mayoritas dimiliki oleh Francis Suciyanto.

Diakui manajemen, pasca penjualan tersebut, pendapatan PT Cowell Development, Tbk menurun signifikan.

Masalah akut

COWL tercatat di bursa dengan status “bertato” dengan 6 sebutan yaitu B akibat pengajuan pailit, E (ekuitas negatif), D (pendapat “tidak menyatakan pendapat” auditor), L (akhir laporan keuangan), Y (RPUS belum dilaksanakan) dan X (pengaruhnya dalam pengendalian khusus).

Sebelumnya, Komisaris Utama COWL Harijanto Thani juga mengundurkan diri pada 28 Juni 2022.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Plaza Atrium Senen Dijual, Ini Profil Pemilik Bangkrut

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Wall Street Kembali Jatuh Jelang Risalah Fed

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *