OJK menilai The Fed masih ragu dengan arah suku bunga

Uncategorized187 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan bank sentral AS (Fed) masih dilema terkait kebijakan suku bunga acuannya.

Wakil Ketua DK OJK Mirza Adityaswara mengatakan hal ini menimbulkan ketidakpastian di kalangan pelaku pasar.

“Jadi sepertinya The Fed juga bingung, makanya orang bilang The Fed pasti akan menurunkan suku bunganya di akhir tahun lalu. Sekarang mereka mengatakan tidak terjadi apa-apa di bulan Maret. Ada yang mengatakan bahwa sekitar bulan Juni, suku bunga AS akan diturunkan, kata beberapa orang. bukan Juni, tapi semester II 2024,” ujarnya dalam acara CNBC Indonesia Power Lunch, Senin (18 Maret).

Menurut dia, keputusan The Fed belum mengarah pada penurunan suku bunga karena perekonomian negara adidaya tersebut masih kuat. Hal ini tercermin dari inflasi yang belum mencapai 2%.

“The Fed ingin inflasi 2%. Sekarang sudah turun, tapi belum turun seperti yang diharapkan The Fed,” ujarnya.

Sementara itu, Mirza menilai sektor jasa keuangan di Indonesia sendiri masih kuat. Hal ini tercermin dari angka pertumbuhan penyaluran kredit pada tahun 2023 yang berada pada kisaran 10-11%.

Apalagi, lanjutnya, berakhirnya pemilu membuat para pelaku usaha dan pengusaha bisa terus mengembangkan usahanya.

“Pada kuartal keempat tahun lalu, hasil survei menunjukkan banyak perusahaan yang menunda pengeluaran dan investasi. Kini setelah pemilu usai, tidak ada putaran kedua, sehingga perusahaan, terutama yang besar, bisa mengeluarkan belanja modal. [belanja modal]” jelasnya.

Menurutnya, kondisi saat ini sangat positif bagi iklim perekonomian di Indonesia yang akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan percepatan penyaluran kredit perbankan.

[Gambas:Video CNBC]

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *