OJK memperkuat industri keuangan di tengah ketidakpastian global

Uncategorized371 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Wakil Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mirza Adityaswar mengatakan: bahwa mereka akan melanjutkannya memperkuat industri jasa keuangan tetap didukung dan stabil dalam menghadapi ketidakpastian global.

OJK telah menerapkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan meningkatkan efisiensinya. memberikan kontribusi optimal terhadap perekonomian nasional.

OJK telah mewajibkan seluruh lembaga jasa keuangan (LJK)mencermati risiko pasar dan selalu menjaga kecukupan modal sebagai penyangga risiko, mengantisipasi potensi kerentanan yang mungkin timbul, dan memastikan tersedianya likuiditas yang memadai.

oke dan LZHK secara berkala Juga Mengerjakan tes stres Untuk menentukan tingkat stabilitas permodalan dan stabilitas likuiditas. Pertunjukan tes stres berdasarkan berbagai faktor risiko, baik dari segi risiko makroekonomi (risiko sistematis), maupun dari sudut pandang masalah individu yang harus dihadapi LZHK (risiko istimewa), termasuk faktor-faktor seperti melemahnya rupee, perubahan harga komoditas, tingkat inflasi, suku bunga, Dan mengubah memanen (memanen).

Untuk lebih memperkuat sektor jasa keuangan, OJK telah mengembangkan berbagai kebijakan, antara lain:

OJK menerbitkan Peraturan OJK Nomor 18 Tahun 2023 tentang Penerbitan dan Persyaratan Surat Utang dan Sukuk Berbasis Keberlanjutan (POJK 18/2023) sebagai tindak lanjutnya. peta jalan pembiayaan berkelanjutan bagi pengembangan industri pasar modal melalui pengembangan Surat Utang dan Sukuk (EBUS).

OJK juga menjalin kerja sama dengan Regulator Jasa Keuangan Abu Dhabi Pasar global (FSRA-ADGM) untuk memperkuat kerja sama dan pertukaran informasi antara kedua lembaga, khususnya untuk pengembangan pasar karbon.

OJK juga sedang menyusun RPOJK untuk pembiayaan margin dan/atau transaksi. Penjualan pendek dalam rangka mengakomodir mekanisme pembiayaan transaksi Margin dan/atau Penjualan pendek dengan standar dunia.

Baca Juga  Dua bank RI milik Bohir Korea akan bermasalah hak, menarik untuk dikoleksi?

OZhK secara resmi ada juga memaparkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Asuransi Indonesia 2023-2027 dengan tema “Memulihkan kepercayaan melalui reformasi industri“. Peta jalan ini diharapkan dapat menjadi panduan bagi UAC, asosiasi, dan industri asuransi dalam menyusun strategi pertumbuhan dan penguatan untuk lima tahun ke depan.

Sementara Untuk mendukung penguatan dan pengembangan industri jasa pembiayaan bersama berbasis teknologi informasi /Pinjaman P2P di Indonesia, OJK dengan keterlibatannya pihak-pihak yang berkepentingan industri Pinjaman P2P di Indonesia saat ini sedang bersiap peta jalan pengembangan dan penguatan Pinjaman P2P. Adapun fokusnya peta jalan yakni penguatan manajemen industri Pinjaman P2P dan memberi semangat Pinjaman P2P menyalurkan pembiayaan ke sektor manufaktur dan UMKM.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Dorong penerapan PSAK 74, OJK kumpulkan 100 IKNB

(bulbul)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *