OJK memberi lampu hijau merger BTN Syariah dan Bank Muamalat

Uncategorized238 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Kepala Otoritas Pengawasan Perbankan OJK Diane Ediana Ray mengatakan hal ini penting untuk pengembangan industri keuangan syariah.

“Kami berharap dalam waktu yang tidak terlalu lama akan ada 2-3 bank syariah yang asetnya minimal mendekati BSI, dan kalau bisa melampauinya,” ujarnya dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa (PTIJK) 2024. konferensi pada hari Selasa. (20/02/2024) .

Sebagai informasi: Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. akan mencair. Acara korporasi ini mendapat lampu hijau dari pemangku kepentingan.

Per Desember 2023, BTN Syariah memiliki aset sebesar Rp54,3 triliun dan Bank Muamalat memiliki aset sebesar Rp66,2 triliun per September 2023. Dengan demikian, aset bank gabungan tersebut berjumlah lebih dari Rp 120 triliun.

Dibandingkan BSI, sikap proaktif bank hasil merger tersebut masih cukup jauh. Pasalnya hingga Desember 2023, aset BSI berjumlah Rp354 triliun, lebih dari dua kali lipat aset bank hasil merger.

Sebelumnya, Menteri BUMN Eric Thohir mengatakan merger BTN Syariah dan Bank Muamalat akan rampung pada tahun ini. Jika semua proses berjalan lancar, acara korporasi ini akan digelar bulan depan, Maret 2024 atau kuartal kedua.

Namun, dia bisa memastikan proses penyatuan kedua negara akan selesai sebelum Oktober 2024 atau hingga pergantian pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kalau Muamalat dan BTN Syariah bisa digabung, targetnya Maret, April, Mei, terutama sampai Oktober,” ujarnya, dikutip Selasa (20 Februari 2024).

Eric mengatakan, merger BTN Syariah dengan Bank Muamalat akan mendorong pengembangan ekonomi syariah dan memberikan akses masyarakat terhadap keuangan syariah.

Baca Juga  Kesiapan polis sudah 35%, perusahaan asuransi menawarkan LPS ini

Menurutnya, kisah sukses tersebut terlihat pada PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BRIS yang merupakan penggabungan tiga anak perusahaan perbankan syariah milik PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, dan PT . Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

BSI kini, menurut Eric Thohir, telah menjadi bank syariah terbesar dalam sejarah Indonesia.

Ia berpendapat bahwa untuk mendorong lebih cepat perkembangan ekonomi syariah di Indonesia, BSI harus memiliki “lawan yang sebanding.” Penggabungan Muamalat dan BTN akan menjadikan Syariah sebagai bank terbesar ke-16 di Indonesia, ujarnya. Artinya ada angka 5 [BSI]ada nomor 16. Ini bagus, sehingga pasar bisa bersaing dengan baik,” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

BTN mengirimkan surat ketertarikan untuk bergabung dengan Muamalat, pemungutan suara pemegang saham terbuka

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *