Merana, Kapitalisasi Pasar BREN, TPIA, BRPT Prajogo Hilang di Rp 298,17

Uncategorized442 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pada perdagangan sesi I Kamis (11/1/2023), saham keempat emiten Prajogo Pangestu menunjukkan kinerja beragam, padahal saham Prajogo sudah beberapa hari menarik perhatian pasar.

Berikut pergerakan keempat emiten Prajogo pada Sidang I hari ini hingga pukul 09:48 WIB.








Penerbit Kode stok Harga saham terkini Perubahan hari ini
Petrosea Pertahanan rudal anti-tank 4970 1,84%
Petrokimia Chandra Asri TPIA 4010 0,25%
Barito Pasifik BRPT 1105 -0,90%
Energi Terbarukan Barito BREN 5550 -2,20%

Sumber: RTI

PT Petrosea Tbk (PTRO) dan PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) berhasil menguat, namun PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kembali terkoreksi.

Dari sisi kapitalisasi pasar, saham utama Prajogo cukup anjlok dalam beberapa hari terakhir. Sejak perdagangan Senin pekan lalu hingga hari ini, kapitalisasi pasar BREN turun Rp 167,24 triliun dari Rp 903,06 triliun menjadi Rp 735,82 triliun.

Tak hanya BREN, kapitalisasi pasar TPIA juga menurun sejak Senin lalu menjadi Rp 110,3 triliun dari sebelumnya Rp 456,35 triliun kini menjadi Rp 346,05 triliun.

Sementara itu, penurunan kapitalisasi pasar BRPT sejak Senin lalu mencapai Rp 20,63 triliun dari Rp 123,75 triliun kini menjadi Rp 103,12 triliun.







Kode stok Kapitalisasi pasar per 8 Januari 2024 (Rp triliun) Kapitalisasi pasar saat ini (Rp triliun) Perubahan (Rp triliun)
BREN 903.06 735.82 -167.24
TPIA 456.35 346.05 -110.30
BRPT 123,75 103.12 -20.63

Pergerakan keempat saham Prajogo menarik perhatian pasar, menyusul pada perdagangan Selasa lalu, ketiga saham Prajogo menjadi pembobot terbesar di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Sementara itu, nasib PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) saat ini masih merana karena suspensi saham CUAN belum diumumkan oleh Bursa Efek Indonesia (BEI).

BEI juga menyatakan sedang mengkaji saham CUAN setelah beberapa kali sahamnya disuspensi karena aktivitas perdagangan yang tidak normal.

Direktur Pengawasan dan Kepatuhan Transaksi BEI Christian Manullang menjelaskan, langkah ini diambil menyusul suspensi CUAN. Diketahui, CUAN didiskualifikasi untuk kelima kalinya dalam lima bulan terakhir. Saham-saham ini hampir selalu masuk radar BEI.

“Kami tidak melakukan penyidikan, melainkan melakukan pengecekan, karena sesuai prosedur ada dua kali skorsing,” jelas Christian saat ditemui wartawan, Jumat (29/12/2023).

Soal kemungkinan dibukanya diskualifikasi, Christian mengaku belum bisa memastikan kapan akan dibuka. Pasalnya, lamanya penangguhan akan bergantung pada hasil pemeriksaan selanjutnya.

Sebelumnya, secara rinci, saham CUAN disuspensi pada pengumuman BEI pada 14 Agustus, 16 Agustus, 6 November, 9 November, dan terakhir 19 Desember 2023.

Kinerja saham Prajogo di awal tahun 2024 secara umum bertolak belakang dengan dinamika di akhir tahun 2023, ketika saham BREN dan CUAN berhasil menjadi saham Prajogo yang melejit cukup tinggi pasca IPO.

Bahkan, berkat saham BREN dan CUAN, saham Prajogo lainnya yakni PT Barito Pacific Tbk (BRPT), TPIA, dan PT Petrosea Tbk (PTRO) pun ikut menguat menjelang akhir tahun 2023.

RISET CNBC INDONESIA

[email protected]

Penolakan tanggung jawab: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berdasarkan pandangan Riset CNBC Indonesia. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca dan kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul akibat keputusan ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Prajogo Pangestu membeli 10,5 juta saham Barito Pacific

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Baca Juga  GOTO lagi naik daun, mendekati Rp 100 lagi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *