Manajemen Sinarmas Sekuritas memberikan pandangannya terhadap investasi Taspen

Uncategorized6 Dilihat




Jakarta, CNBC Indonesia – PT Sinarmas Sekuritas buka suara menanggapi kabar proses peninjauan Komisi Pemberantasan Korupsi (CEP) terhadap investasi sukuk yang dilakukan PT TASPEN (Persero).

Manajemen menjelaskan, pihak perusahaan ikut serta dalam persidangan hanya sebagai saksi yang diwakili oleh salah satu direksi yakni Julius Sanjaya untuk memberikan bukti dan keterangan sebagaimana diminta Komisi Pemberantasan Korupsi terkait peran perusahaan sebagai jaminan. perantara (jasa perantara efek) sesuai dengan peraturan bursa yang berlaku.

“Kami berkomitmen penuh untuk mendukung upaya penegakan hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi dan lembaga lain yang ditunjuk,” tulis manajemen, Senin (7 Agustus 2024).

Manajemen menegaskan bahwa dalam menjalankan aktivitasnya, perusahaan selalu berupaya untuk mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia dan sesuai dengan standar prosedur, memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan atau masyarakat guna mencegah kesalahan dan menghindari kesalahan informasi yang merugikan. mungkin timbul. di masa depan.

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan memanggil dua petinggi Sinarmas Sekuritas sebagai saksi atas dugaan praktik korupsi (TPK) terkait kegiatan investasi TASPEN yang dikelola PT Insight Investment Management (PT IIM).

Sementara itu, menurut Komisi Pemberantasan Korupsi, dua petinggi Sinarmas Sekuritas dipanggil oleh Harta Setiawan, Wakil Direktur Sinarmas Sekuritas, dan Julius Sanjaya, Direktur Keuangan dan Akuntansi Sinarmas Sekuritas. Pemeriksaan dilakukan pada Rabu (3/7/2024).

Menurut manajemen, Harta sudah tidak lagi dipekerjakan di Sinarmas Sekuritas.

Sementara itu, Kamis (7 April 2024) diberitakan Komisi Pemberantasan Korupsi (CEP) sedang memeriksa tersangka saksi TPC terkait kegiatan investasi TASPEN terhadap Ferita Tanuwijaya, mantan Direktur Keuangan dan Operasional Sinarmas Sekuritas. Namun pihak manajemen menyatakan Ferita tidak mengikuti ujian tersebut karena sedang berada di luar negeri.

Baca Juga  Saham GOTO mencapai titik terendah baru di Rp 68

Terkait investasi sukuk yang dilakukan PT Taspen, kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika Sugiarto dalam keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (7 Mei 2024).

Sekadar informasi, Komite Pemberantasan Korupsi (CEP) kini tengah mengusut dugaan korupsi pada investasi TASPEN TA2019 yang dikelola PT Insight Investment Management. Komite Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga ada investasi fiktif senilai Rp1 triliun yang dilakukan pada dana yang dikelola TASPEN.

Saat ini, nilai investasi Rp 1 triliun yang dianggap fiktif alias abal-abal itu berkisar ratusan miliar rupiah. Meski demikian, KPK tidak menutup kemungkinan seluruh uang Rp 1 triliun tersebut merupakan investasi fiktif.

Mantan Direktur Utama TASPEN Antonius Kosasih juga ditetapkan sebagai tersangka. Dia juga dilarang bepergian ke luar negeri.

Tonton videonya di bawah ini:

Video: Teks tentang “gap” investasi saat rupiah masih di atas Rp 16.000 per dolar AS



Artikel berikutnya

KPK memeriksa perwakilan PT Taspen soal investasi Rp 1 triliun


(fsd/fsd)

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *