Kontes Uang di Bank Raksasa! BCA, BRI, BNI, Mandiri, ini jagoannya

Uncategorized216 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Sepanjang tahun 2023, industri perbankan kembali menunjukkan hasil positif. Hal ini dibuktikan dengan pertumbuhan laba yang positif.

Sejumlah bank juga memaparkan laporan keuangan tahun 2023. Empat “bank besar” di Indonesia juga melaporkan hasil keuangan mereka tahun lalu.

Bank besar RI kembali mencetak rekor keuntungan puluhan triliun. Lalu bagaimana kinerja BCA, BNI, BRI dan Bank Mandiri selama setahun terakhir?

PT Bank Central Asia Tbk. (BBKA)

Emiten perbankan swasta terbesar di Indonesia milik keluarga Hartono, Bank Central Asia (BBCA), mencatatkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 48,6 triliun selama tahun 2023. Rekor keuntungan ini meningkat 19,4% dari hasil tahun 2022.

Pendapatan bunga bersih perseroan dan anak perusahaan naik 17,5% year-on-year menjadi Rp75,4 triliun selama setahun terakhir, sedangkan pendapatan non-bunga naik 5,5% year-on-year menjadi Rp23,9 triliun.

Pertumbuhan ini disebabkan oleh peningkatan volume penyaluran kredit, perbaikan kualitas pinjaman, peningkatan profitabilitas, serta peningkatan pendapatan komisi seiring dengan peningkatan jumlah transaksi.

Hingga Desember 2023, BCA mencatatkan penyaluran kredit sebesar Rp810,4 triliun, naik 13,9% year-on-year (YoY). Penyaluran kredit BCA ditopang oleh segmen korporasi yang tumbuh 15% year-on-year menjadi Rp368,7 triliun. Segmen komersial kemudian tumbuh sebesar 7,5% year-on-year menjadi Rp 126,8 triliun. Pada periode yang sama, kredit UKM mencapai Rp 107,9 triliun atau meningkat 16% year-on-year.

Sementara itu, kredit konsumsi, Kredit Pemilikan Rumah (HLO), dan Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) masing-masing tumbuh sebesar 2,3 kali dan 2,6 kali lipat dalam tiga tahun terakhir.

BBCA juga mencatat, peningkatan kinerja ini juga ditopang oleh kredit yang tumbuh sebesar 13,9% menjadi Rp 810,4 triliun, sedangkan tingkat kredit bermasalah (NPL) tetap di angka 1,9%.

Baca Juga  Hati-hati terjebak! Inilah cara mengenali saham yang sedang dipanggang oleh bandar taruhan

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI)

BNI mencatatkan laba bersih sebesar Rp 20,9 triliun pada tahun 2023. Angka ini tumbuh sebesar 14,2% setiap tahunnya. Laba anak perusahaan sebesar Rp 419,4 miliar, meningkat 36,2% year-on-year.

Hasil positif ini didorong oleh perbaikan mendasar termasuk kontribusi pendapatan fee, efisiensi operasional dan kualitas aset. Selama periode 2020-2023, BNI mampu mencatatkan rata-rata pertumbuhan penyaluran kredit sebesar 7,9% per tahun.

Chief Financial Officer BNI Novita Vidya Anggraini mengatakan, pendapatan perseroan juga ditopang oleh pendapatan non-bunga. Selama tahun 2023, pos pendapatan ini meningkat 6,6% year-on-year menjadi Rp 21,47 triliun.

Bank Negara mencatat penyaluran pinjaman mencapai Rp695 triliun sepanjang tahun 2023, naik 7,6% dibandingkan tahun sebelumnya. Penyaluran kredit tersebut terutama didorong oleh perluasan segmen risiko rendah yaitu korporasi blue chip baik swasta maupun pemerintah, pembiayaan konsumen dan anak perusahaan. Korporasi swasta blue chip naik 14,3%, BUMN naik 11,8%, pinjaman konsumen naik 13,6%, dan anak perusahaan naik 134%.

Seiring dengan pertumbuhan penyaluran kredit, BNI juga menjaga kualitas portofolio kreditnya. Hal ini tercermin dari penurunan porsi kredit bermasalah menjadi 2,14% dan penurunan rasio risiko pinjaman (LaR) menjadi 12,9% pada tahun 2023.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI)

BRI kembali memecahkan rekor dengan mencatatkan laba bersih konsolidasi tahun berjalan sebesar Rp 60,4 triliun hingga tahun 2023. Perolehan tersebut naik 17,54% year-on-year dibandingkan pendapatan tahun 2022 sebesar Rp 51,40 triliun.

Pencapaian tersebut tidak lepas dari penyaluran pinjaman BRI yang tercatat sebesar Rp 1.266,4 triliun, meningkat 11,2% year-on-year pada Desember 2023. Dari jumlah tersebut, kredit UMKM tercatat sebesar Rp 1.068 triliun atau 84,4 triliun. % dari jumlah keseluruhan.

Baca Juga  IHSG Sesi I Ubah Arah Pertumbuhan 0,69%, Efek Pilpres Satu Putaran?

Kualitas kredit juga terjaga dengan rasio kredit bermasalah (NPL) bruto sebesar 3,12% dan rasio NPL net sebesar 0,76% per Desember 2023. BRI juga mencatatkan non-performing loan coverage sebesar 229,09%.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI)

Bank Mandiri melaporkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp55,06 triliun, mewakili tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 33,7% hingga tahun 2023. Pencapaian tersebut ditopang oleh pendapatan bunga bersih yang naik 9,08% year-on-year menjadi Rp 9,89 triliun.

Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, perolehan laba tersebut juga merupakan yang terbesar sejak perseroan berdiri 25 tahun lalu.

Sedangkan Bank Mandiri menyalurkan pinjaman sebesar Rp1,398 triliun selama tahun 2023, naik 16,3% dibandingkan tahun sebelumnya. Alhasil, aset perbankan mencapai Rp 2,174 triliun, meningkat 9,12% year-on-year.

Pertumbuhan penyaluran kredit terjadi di seluruh segmen, salah satunya didominasi oleh kredit korporasi yang mencapai Rp490 triliun pada akhir tahun 2023 atau meningkat 18,3% year-on-year. Selain itu, kredit komersial juga menunjukkan hasil positif dengan pertumbuhan tertinggi dibandingkan segmen lainnya yaitu 21,2% year-on-year menjadi Rp 238 triliun.

Pertumbuhan ini juga diimbangi oleh kualitas aset yang terus membaik. Pada akhir tahun 2023, kredit bermasalah bank Situ Emas Pita secara bank only berhasil turun sebesar 86 basis poin (bps) year-on-year menjadi 1,02%.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

BCA akan menutup rekening Rp 0 dan menjadi tidak aktif.

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *