Kisah seorang sugar daddy sejati yang menjadi raja gula Indonesia dan memiliki 26 orang anak.

Uncategorized28 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Ketentuan ayah mengacu pada pria kaya dan dewasa yang biasanya memberikan dukungan finansial kepada seseorang sebagai imbalan atas perusahaan. Di Indonesia, Oei Tiong Ham dianggap sebagai manusia biasa. ayah.

Pengusaha asal Semarang dengan kekayaan senilai 200 juta gulden atau setara Rp 43 triliun ini disebut-sebut memiliki banyak simpanan, serta 8 istri dan 26 anak, pada awal tahun 1900-an.

Oei Tiong Ham adalah pendiri dan pemilik konglomerat besar bernama Oei Tiong Ham Concern (OTHC). Bisnis utamanya adalah gula, yang sukses besar pada masa penjajahan Belanda, sehingga tidak mengherankan jika ia menjadi orang yang kaya raya.

Menurut Yoshihara Kunio di Konglomerat Oei Tiong Kham (1992), dalam kurun waktu 1910-1912, OTHC berhasil mengekspor 200 ribu ton gula, mengalahkan perusahaan-perusahaan Barat. Bahkan, di saat yang sama, OTHC berhasil menguasai 60% pasar gula di Hindia Belanda. Cabangnya tersebar di seluruh dunia, mulai dari India, Singapura hingga London.

Mengingat besarnya bisnisnya, tidak mengherankan jika Oei Tiong Ham bernilai 200 juta gulden. Sebagai referensi: pada tahun 1925, 1 gulden dapat membeli 20 kg beras. Jika harga berasnya Rp 10.850 per kg, maka diperkirakan asetnya bernilai Rp 44 triliun. Atas dasar itulah ia dijuluki Raja Gula dan dinobatkan sebagai salah satu miliuner Hindia Belanda dan dunia.

Sugar Baby, 8 istri dan 26 anak

Fokus Oei Tiong Ham pada masa penjajahan bukan hanya kesuksesannya membangun bisnis, namun juga keluarga, hubungan asmara, dan keinginannya mengumpulkan istri agar memiliki banyak anak.

Diketahui, Oei pertama kali menikah pada usia 18 tahun dengan seorang wanita bernama Goei Bing Nio dan dikaruniai dua orang putri. Namun kedua anak tersebut tidak memuaskan Oei.

Baca Juga  Ekonom menjelaskan tantangan dan peluang RI untuk menjauh dari dolar

Pasalnya, seperti dijelaskan Benny J. Setiono dalam Tiongkok berada dalam pusaran politik (2008)Oei ingin mempunyai banyak keturunan karena ia percaya banyak anak membawa banyak rejeki. Selain itu, alasan lain ia memiliki simpanan adalah karena istri pertamanya dianggap keras kepala dan sombong.

Sejak itu, ia memiliki hubungan yang stabil dengan selingkuhannya, tanpa menceraikan istri pertamanya. Kisah simpanan ini diceritakan langsung oleh putri Oe dari istri pertamanya Oe Hui Lan dalam memoarnya. Oei Hui Lan: Kisah Putri Raja Gula dari Semarang.

Anak itu berkata bahwa Oei mempunyai banyak simpanan yang ditemuinya tanpa status. Tidak diketahui berapa jumlahnya, namun dari para gundik ini ia mempunyai satu anak setiap tahunnya.

“Gadis mana yang tidak jatuh cinta dengan penampilan dan posisi ayahnya? Semua gadis berusaha menarik perhatian ayah,” tanya Oei Hui Lan.

Selir-selir ini sering meminta peningkatan status. Mereka ingin menjadi istri resmi Oei. Alhasil, Oei pun menuruti permintaan tersebut. Tercatat tujuh selir naik status menjadi istri tanpa pernah menceraikan satu sama lain.

Jadi, total ia memiliki 8 istri dan 26 anak semasa hidupnya. Namun menurut Oei Hui Lan, jumlah anak diperkirakan lebih banyak dari jumlah tersebut. Pasalnya, ia menghitung ada 42 saudara tiri, dan mungkin lebih, mengingat ayahnya memiliki hubungan dengan banyak wanita.

Menariknya, Oei Tiong Ham bersikap adil terhadap semua pasangan dan anak-anaknya.

“Meski ditinggal istri-istrinya (tidak lagi tinggal bersama), Oei Tiong Kham tetap menunaikan kewajibannya untuk menunjang seluruh biaya hidup istrinya,” tulis Benny J. Setiono.

Semaksimal mungkin Oei membahagiakan seluruh istri dan anak-anaknya dengan kemewahan. Istrinya tinggal di beberapa daerah, mulai dari London, Singapura, China, dan Semarang. Bahkan, keluarga-keluarga di London bisa saja berbaur dengan keluarga kerajaan Inggris.

Baca Juga  Pendaftaran calon presiden sudah terbuka, namun IHSG lesu menunggu keputusan BI

Sedangkan anak-anaknya dibiayai pendidikan setinggi-tingginya. Oei Hui Lan sendiri bersekolah di London, dan ketika dewasa, ia menjadi Ibu Negara Tiongkok.

Soal harta warisan, Oei diketahui memberikan harta warisan sebesar 400.000 gulden atau setara puluhan miliar rupee kepada 26 anaknya tak lama setelah kematiannya pada 6 Juli 1924.

Atas dasar itulah Oei Tiong Ham pantas disebut sebagai “bapak” zaman kolonial. Bukan hanya karena ia memiliki banyak wanita, tapi juga karena ia benar-benar berkecimpung di industri gula sebagai pengusaha sukses.

[Gambas:Video CNBC]

(menetas/menetas)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *