Kemarin ambruk, IHSG rebound dan langsung melesat lebih dari 1%.

Uncategorized13 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pada perdagangan sesi I Kamis (6 Juni 2024), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat lebih dari 1% setelah pada perdagangan kemarin turun lebih dari 2%.

Hingga pukul 09:42 WIB, saham IHSG menguat 1,06% di 7.021,36. IHSG pun kembali menyentuh level psikologis 7000 pada sesi pertama hari ini.

Nilai transaksi indeks pada Sesi II hari ini mencapai sekitar Rp1,8 triliun dengan volume transaksi 4,7 miliar lembar saham dan transaksi yang diselesaikan sebanyak 200.525 kali..

IHSG cenderung bergairah di awal sesi I di tengah banyaknya sentimen positif, terutama seputar prospek penurunan suku bunga yang dilakukan bank sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (Fed).

The Fed memiliki peluang 99,9% untuk mempertahankan suku bunga pada pertemuannya bulan ini, menurut alat FedWatch.

Pelaku pasar melihat kemungkinan penurunan suku bunga sebanyak dua kali pada tahun ini, yakni pada pertemuan September dan Desember.

Pada pertemuan 18 September 2024, pasar akan melihat kemungkinan The Fed memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin. Oleh karena itu, target suku bunga adalah 5,00%-5,25%. The Fed kemudian akan kembali memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,75%-5,00% pada pertemuan 18 Desember 2024.

Harapan tersebut didukung oleh serangkaian data tenaga kerja dan angka produksi industri AS yang terlihat lesu.

Laporan Ketenagakerjaan ADP terbaru menunjukkan gaji sektor swasta meningkat sebesar 152.000 pekerjaan pada bulan lalu, yang terkecil sejak Januari dan jauh di bawah rata-rata 194.000 pada tahun lalu.

Para ekonom yang melakukan surveiReutersPekerjaan di sektor swasta diperkirakan meningkat sebesar 175.000 pada bulan lalu.

Baca Juga  Mirip Lo Kheng Hong, Ini Strategi Investasi Saham Bos BCA.

Laporan tersebut merupakan bukti terbaru bahwa pertumbuhan lapangan kerja moderat namun pasar tenaga kerja belum sepenuhnya melemah akibat kenaikan suku bunga The Fed sebesar 525 basis poin efektif Maret 2022, meski data lain menunjukkan pasar tenaga kerja mulai memasuki masa ekspansi. keseimbangan yang lebih baik.

Pejabat Fed terus mencermati pertumbuhan upah karena inflasi sektor jasa, yang terbukti lebih sulit dikendalikan dalam upaya bank sentral untuk mengembalikan inflasi utama ke target 2%, sangat bergantung pada biaya penggajian perusahaan.

The Fed akan bertemu minggu depan, 11-12 Juni, dan diperkirakan akan mempertahankan suku bunga pinjaman semalam pada target 5,25% hingga 5,50% mulai bulan Juli.

Para pengambil kebijakan juga akan memperbarui perkiraan pertumbuhan ekonomi, pengangguran dan inflasi serta menentukan tingkat suku bunga yang mereka anggap tepat dalam jangka pendek dan panjang.

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Penting: Saham IHSG anjlok lebih dari 1%

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *