Karena itu, perusahaan induk pangan milik negara menunda pelepasan kondom.

Uncategorized408 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Holding BUMN Pangan PT RNI (Persero) atau ID Food berencana melakukan divestasi anak perusahaan di luar bisnis pangan, salah satunya produsen kondom PT Mitra Rajawali Banjaran.

Direktur Utama RNI Perancis Marganda Tambunan mengatakan, sebelumnya PT Mitra Rajawali Banjaran sempat ditawarkan ke PT Bio Farma (Persero), namun harganya kurang sesuai sehingga peluncuran usaha tersebut tertunda.

“Kami coba jual produknya ke teman kami Bio Farma, tapi ada selisih harga dan sebagainya, kami tunda,” ujarnya di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (10/10).

Menurut dia, pengalihan usaha di luar industri makanan itu dilakukan agar perseroan bisa fokus pada kegiatan intinya. Penundaan ini juga dikaitkan dengan peningkatan kinerja.

Seperti diketahui, restrukturisasi keuangan akan difasilitasi oleh PT Rajawali Nusindo. Perusahaan ini merupakan distributor produk kesehatan (alkes).

Sementara Mitra Banjaraan mendukung produksi alat kesehatan farmasi untuk Rajawali Nusindo hingga menunggu penjualan tahap kedua yang kami usulkan, tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Jika Anda ingin lolos tes rekrutmen di BUMN, lakukan 5 hal ini

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Zimbabwe memperkenalkan mata uang baru setelah menerbitkan uang kertas 1 triliun

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *