Janji Pertahankan Suku Bunga Hingga 2025, BI Rilis 4 Langkah

Uncategorized229 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Gubernur Bank Indonesia (BI) menegaskan suku bunga acuan akan tetap berlaku hingga tahun 2025. Bersamaan dengan itu, ia akan merilis empat kebijakan untuk mendukung pertumbuhan dan menjaga stabilitas perekonomian di masa depan.

“Pada tahun 2025, kami akan mempertahankan BI rate,” kata Perry pada Rapat Tahunan Bank Indonesia 2023 di kantor Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Terkait kebijakan moneter sendiri, ia mengatakan selain menjaga suku bunga acuan, BI juga akan terus menjaga inflasi pada tahun 2024 sebesar 2,5% plus minus 1%, kebijakan stabilisasi nilai tukar rupee melalui intervensi spot. , forward, pasar DNDF dan operasi moneter.pasar pro untuk menarik aliran portofolio modal asing.

“Hal ini dilakukan dengan mendorong perluasan pengelolaan aliran modal SRBI, SVBI, SUVBI dan DHE SDA yang diwajibkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2023,” kata Perry.

Keempat kebijakan tambahan tersebut, selain kebijakan moneter, terkait dengan penguatan kebijakan makroprudensial, digitalisasi sistem pembayaran, pendalaman pasar keuangan, dan pengembangan ekonomi keuangan syariah dan UMKM.

Khusus terkait kebijakan makroprudensial, kebijakan pertama antara lain menjaga insentif likuiditas makroprudensial untuk mendorong pembiayaan kredit sektor prioritas sebesar Rp159 triliun dengan tambahan Rp20 triliun.

Kedua, pelonggaran kebijakan penyangga likuiditas makroprudensial (PLM) juga akan terus dilakukan karena besaran penyangga likuiditas makroprudensial sebesar Rp 81 triliun. Oleh karena itu, dia meminta perbankan menggunakan kebijakan tersebut dengan benar.

Ketiga, dengan kebijakan pengawasan yang sistematis melalui koordinasi dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan. Dan juga memperkuat sistem pembayaran digital dengan mempercepat implementasi Proyek Sistem Pembayaran Indonesia.

“Pertama, BI Fast interkoneksi dan integrasi, kedua, besarnya nilai BI RTGS generasi ketiga yang modern, ketiga, pengembangan pusat data transaksi pembayaran untuk inovasi dengan kecerdasan buatan, serta dukungan terhadap kebijakan BI dan KSSK pemerintah,” – dia berkata.

Baca Juga  Cara cek SLIK OJK versi terbaru secara online dengan mudah

Kebijakan keempat adalah pengembangan rupee digital dan perluasan QRIS dan BI Fast secara regional ke ASEAN, Jepang, dan Uni Emirat Arab untuk memperkuat transaksi mata uang lokal dan memfasilitasi transaksi hingga ke tingkat UMKM.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Tekanan eksternal masih kuat. Kapan BI akan menurunkan suku bunga?

(haa/haa)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *