Jangan kaget! Pocong dulunya bergerak, bukan melompat, tapi seperti ini…

Uncategorized272 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pocong merupakan hantu yang banyak dikenal masyarakat Indonesia. Ia digambarkan sebagai sosok hantu, terbungkus kain kafan dan bergerak sambil melompat.

Namun sedikit orang yang mengetahui bahwa pocong sebelumnya digambarkan bergerak bukan dengan melompat, melainkan berguling dan berjalan. Dan yang menarik, perubahan image ini banyak dipengaruhi oleh bisnis di Indonesia.

Bagaimana ini bisa terjadi?

keberadaan Pocong

Perlu diketahui, hantu pocong sudah ada di Indonesia sejak lama. Namun, sulit untuk menelusuri awal mulanya.

Namun menurut Justito Adiprasetio dan Annisa Winda dalam BicaraPokong dan hantu lainnya ada di Indonesia berdasarkan sistem kepercayaan sinkretis, kepercayaan yang saling terkait terhadap roh yang menghantui, situs keramat, dan momen teror.

Artinya, dapat dikatakan bahwa keberadaan Pocong dan hantu-hantu lainnya dimulai bersamaan dengan munculnya benda-benda tersebut. Hal ini sesuai dengan penjelasan Suwardi Endrasvara dalam Dunia Hantu Jawa (2004), meskipun dalam konteks wilayah Jawa.

Menurutnya, hantu pun sudah ada sejak keberadaan orang Jawa. Hal ini mungkin karena masyarakat Jawa percaya bahwa ada makhluk tak kasat mata di tempat lain.

Terlepas dari kapan Pocong ada, hal lain yang menarik untuk diperhatikan adalah penggambarannya. Harap diperhatikan: gambar hantu umumnya selalu dinamis. Hal ini mungkin terjadi karena imajinasi masyarakat tergantung pada situasi saat ini.

Misalnya pada tahun 1906 sebuah buku berjudul kepercayaan Melayu dibuat oleh pejabat kolonial Inggris Richard James Wilkinson. Dalam pemaparannya, Richard menjelaskan bahwa ada hantu berkain kafan yang disebut hantu Kochonk (di Indonesia dikenal dengan sebutan pocong).

Karena kakinya terikat, tongkol kecil itu tidak bisa melompat atau berjalan. Akibatnya, dia bergerak dengan cara berguling. Sementara Suwardi Endrashwara kembali menampilkan gambar pocong. Menurutnya, Pocong adalah hantu wanita berpakaian putih yang penampakannya seperti mayat yang bisa berjalan.

Tentu saja gambaran ini tidak salah. Namun timbul pertanyaan, jika sebelumnya Pocong digambarkan berguling dan bisa berjalan, mengapa kini bergerak dengan cara melompat?

Jawabannya didorong oleh bisnis industri film. Menemukan Justito dan Annissa, film Setan Kuburan (1975) merupakan film horor paling cheesy yang pernah ada, menggunakan Pocong sebagai hantu utamanya pada era pra 1990-an.

Dalam film yang diperankan Benyamin Sueb itu, Pocong pertama kali digambarkan melompat-lompat. Selain itu, situs Cerita Saya juga menyebutkan filmnya Setan Kuburan juga mendukung kepercayaan bahwa kuburan, pepohonan, dan tempat-tempat alami seperti kolam atau danau adalah tempat favorit hantu.

Tentu saja, karena sinema merupakan bentuk imajinasi manusia, maka narasi gerak-gerik pocong tersebut terekam secara turun temurun. Apalagi menurut catatan Justito dan Annissa, Pokong lebih sering muncul sebagai hantu utama di 37 film Indonesia antara tahun 2000 hingga 2020. Alhasil, suka atau tidak suka, gambaran tersebut semakin mendarah daging, apalagi setelah banyak muncul di media lain seperti surat kabar, majalah, dan komik.

Namun kini banyak juga film yang menawarkan variasi cara menggerakkan pocong. Ada yang menggambarkan Pokong bisa terbang, misalnya Mumun (2022). Atau ada sesuatu yang digambarkan mengisap.

[Gambas:Video CNBC]

(MFA/MFA)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Banyak data ekonomi yang dirilis hari ini. Bagaimana nasib rupee?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *