Investor Cermati Pilpres di Indonesia, Ini Peristiwa Paling Seru!

Uncategorized196 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pesta Demokrat yang akan berlangsung pada tahun 2024 menjadi perhatian utama investor. Ekonom yang juga Direktur Program Institute for Economic and Financial Development (Indef), Esther Sri Astuti mengatakan, para pelaku ekonomi dan investor telah melihat bagaimana proses demokrasi bisa berjalan secara transparan.

“Kalau masyarakat berbisnis harus ada kepastian hukum, jangan sampai undang-undang hari ini A, besok undang-undang B,” kata Esther kepada CNBC Indonesia, dikutip Rabu (31/1/2024).

Namun, dia mengakui bahwa penyelenggaraan pemilu atau pemilihan presiden dua putaran tentu akan menambah beban ekonomi dan keuangan negara karena tidak efektifnya proses tersebut.

“Tapi ada potensi dua putaran, kalaupun kita tambah satu putaran lagi pada 17 Februari, tidak apa-apa, itulah harga demokrasi yang harus dibayar Indonesia,” kata Esther.

Sementara itu, Ekonom Universitas Diponegoro (Undip) Wahyu Widodo menjelaskan, yang sangat dibutuhkan pelaku pasar atau investor adalah kepercayaan diri dalam menjalankan usahanya dan menetapkan rencana investasinya. Opsi satu putaran pasti lebih baik, tidak peduli siapa pemenangnya.

“Bagi saya kalau bisa satu putaran akan lebih baik karena biaya dua putaran terlalu mahal. Ketidakpastiannya semakin tinggi, kemudian tipu muslihat politiknya semakin berat, sehingga semakin menimbulkan ketidakpastian,” tegasnya.

Wahyu mencontohkan, isu pengunduran diri sejumlah menteri kabinet di Indonesia saja sudah memancing reaksi pelaku pasar keuangan. Nilai tukar rupiah antara lain pada pekan lalu yang anjlok ke level 15.600 dengan level terendah di Rp 15.845 per dolar AS.

Yield obligasi pemerintah (SBN) acuan tenor 10 tahun juga naik 5,1 basis poin menjadi 6,674% dari level perdagangan sebelumnya sebesar 6,623% pada dua pekan lalu. Kenaikan imbal hasil mengindikasikan turunnya harga SBN karena investor menjual SBN.

Baca Juga  Pertukaran Karbon Ada, Saham EBT Diberkati

Tak terkecuali aliran modal asing yang sepekan lalu terus keluar dari pasar keuangan dalam negeri. Bank Indonesia (BI) merilis data transaksi 22-25 Januari 2024, investor asing di pasar keuangan domestik mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp3,2 triliun.

“Kalau ada ketidakpastian, responnya pasti capital flight dalam jangka pendek. Jadi kalau ada capital flight, masyarakat akan melepas rupee, sehingga gejolak rupee setidaknya terlihat melemah,” tegasnya. .

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Gantikan Paman Gibran sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi Segini Hart Suhartoyo

(pengusir hama/pengusir hama)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *