Inilah sosok Carmelita Hartoto, ratu kapal baru Komisaris OASA.

Uncategorized317 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Carmelita Hartoto baru saja diangkat menjadi Komisaris PT Maharaksa Biru Energi Tbk (OASA). Selain masih menjabat sebagai CEO PT Andhika Lines, Carmelita Hartoto juga dikenal sebagai salah satu pimpinan di sejumlah perusahaan. Beliau juga menjabat Wakil Ketua Umum Koordinator IV Bidang Peningkatan Kinerja Manusia, Riset, Teknologi dan Inovasi di KADIN Indonesia.

Sebelumnya, ia tiba-tiba mengambil alih pengelolaan Andhika Group dari ayahnya karena meninggal dunia. Ia tidak pernah siap, sehingga setelah lulus kuliah ia bekerja di sebuah perusahaan dagang di London, Inggris.

Kepulangannya ke Indonesia untuk berlibur pada tahun 1995 berakhir dengan menyedihkan. Ayahnya meninggal. Keluarga Hartoto menghadapi dilema: menjual atau melanjutkan bisnis yang didirikan ayahnya pada tahun 1972. Dengan dukungan ibunya, Carmelita Hartoto, anak sulung dari tiga bersaudara, memutuskan untuk terus menjalankan perusahaan dan meninggalkan pekerjaannya di London.

Rupanya, Carmelita kesulitan memasuki dunia pelayaran. Semasa hidupnya, ayahnya tidak pernah menginginkannya terjun di bidang ini karena pelayaran dianggap sebagai pekerjaan laki-laki. Carmelita dan kedua adiknya tidak pernah siap meneruskan pekerjaan ayahnya.

“Saya sendiri tidak pernah memikirkan atau membayangkan apa pun selain apa yang dilakukan ayah saya,” kenangnya. Carmelita belajar dari awal di salah satu anak perusahaan yaitu Adhiraksha Tama. Di sana ia belajar tentang detail sistem operasional, pergudangan, logistik, dan rantai pasokan.

Perbedaan visi dan misi membuat keluarga Hartoto berpisah dari rekan bisnisnya pada tahun 2000-an. Pasca pembagian aset, armada Andhika Lines berkurang dari 33 kapal menjadi dua. Namun kondisi tersebut justru mendorong Carmelita untuk mendalami segala aspek pelayanan di dunia pelayaran hingga akhirnya jumlah armada Andhika Lines bertambah meski tidak sebanyak saat perusahaan masih berada di bawah kendali ayahnya. Bagi Carmelita, masa tersulit dalam perjalanan bisnisnya adalah ketika hubungan perusahaan pelayaran dengan perbankan tidak sedekat dekade 1970-1980.

Baca Juga  Bos OJK blak-blakan soal permasalahan pinjaman judi online 2025

Hingga tahun 1989, dunia pelayaran masih sepenuhnya didukung oleh perbankan. Namun, setelah itu, bank mulai memandang pelayaran sebagai bisnis yang berisiko tinggi.

“Kita perlu mulai membangun kepercayaan dengan pelanggan lagi. Beberapa dari mereka sudah terbiasa dengan cara kami bekerja dan merasa nyaman.” Carmelita memadukan profesionalisme dan rasa kekeluargaan dalam memimpin Andhika Lines. Kombinasi kedua faktor ini dianggap paling baik untuk memastikan bahwa direksi, karyawan, dan tim operasional merasa bahwa perusahaan adalah rumah mereka. Lalu apa yang biasanya dia lakukan jika Carmelita menghadapi masalah perusahaan yang sulit diselesaikan? “Saya biasanya mencoba mengeksplorasinya dengan tenang, mencoba berkomunikasi dengan orang lain dan duduk bersama untuk menyelesaikan masalah.”

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Bisa mengganggu dunia usaha, pengusaha waspada terhadap pelemahan rupee

(rob/au)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *