Inilah rahasia BRI menjaga profitabilitas

Uncategorized404 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Di era suku bunga tinggi yang diperkirakan akan bertahan lebih lama, dana murah menjadi salah satu komponen yang dapat menunjang keuntungan perbankan.

Sebab, simpanan akan meningkatkan biaya bunga bank dan menurunkan pendapatan bunga bersih perusahaan.

Sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. dianggap sebagai bank yang mendorong ekspansi ke ruang digital dan mempengaruhi rasio dana murah (rekening tabungan saat ini/KASA).

Bank kini memperkenalkan konsep yang memungkinkan bank berbagi data keuangan dengan pihak ketiga atau membuka API atau membuka transaksi perbankan. Perbankan terbuka memudahkan nasabah untuk mentransfer dana dan melakukan pembayaran.

Open banking BRI saat ini, BRIAPI, telah menjangkau lebih dari 400 perusahaan mitra di seluruh Indonesia, baik digital maupun non-digital. Layanan seperti virtual account (BRIVA), transfer uang, isi ulang kartu BRIZZI, dan API informasi yang dapat membantu pengelolaan keuangan usaha terbukti menciptakan ekosistem digital bagi mitra BRI.

Seiring dengan inovasi-inovasi tersebut, CASA BRI setiap tahunnya mengalami peningkatan yang signifikan. Rata-rata dalam lima tahun hingga triwulan I tahun 2023, CASA BRI meningkat sebesar 8,7% year-on-year. Hingga Q2 2023, CASA BRI meningkat 40 basis poin (bps) menjadi 65,49% dibandingkan Q2 2022.

CASA BRI tumbuh 10,1% year-on-year pada paruh pertama tahun 2023 menjadi Rp 815,42 triliun, menurut laporan perusahaan. Pada periode yang sama, simpanan meningkat 8,4% year-on-year menjadi Rp 429,69 triliun.

Sedangkan perusahaan digital terkemuka yang terkait dengan open banking BRI adalah Shopee, Tokopedia, Gopay, OVO, LinkAja, Traveloka, DOKU dan Investree.

Sedangkan realisasi laba BRI hingga semester I 2023 sebesar Rp 29,56 triliun, naik 18,8% year-on-year. Berdasarkan hasil semester pertama tahun ini, laba bank tahun ini bisa mencapai 60 triliun rupiah.

Baca Juga  Pemilu Tinggal Tinggal Beberapa Hari Lagi, Bagaimana Nasib IHSG dan Rupee?

Mengutip laporan yang dipublikasikan, salah satu sumber pertumbuhan pendapatan BRI pada semester I 2023 di tengah era tingginya suku bunga adalah pendapatan non bunga. Komponen ini tumbuh jauh lebih tinggi dibandingkan pendapatan bunga bersih.

Pendapatan bunga perbankan naik 11,4% YoY, namun beban bunga naik 63,7% YoY. Alhasil, pendapatan bunga bersih bank tersebut hanya naik 1,4% year-on-year menjadi Rp 65,54 triliun dibandingkan sebelumnya Rp 64,61 triliun.

Per Juni 2023, pendapatan non-bunga BRI tumbuh 22,9% year-on-year menjadi Rp 21,13 triliun. Jika dirinci, sebagian besar dari jumlah tersebut merupakan pendapatan komisi yang mencapai Rp 10,22 triliun.

Pengembalian modal atau pengembalian ekuitas (ROE) BBRI tetap di level 20%. Hingga Juni 2023, return on equity bank tersebut mencapai 20,01%.

Angka tersebut merupakan pencapaian tertinggi bank selama 5 tahun terakhir. Selama 2018-2022, return on equity BRI sebesar 17-18% turun menjadi 10,52% di masa pandemi Covid-19.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

BRI membagikan hadiah dalam undian promosi di Pasar Tanah Abang, Blok B

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *