Gantikan Bank Ritel, Jokowi Puji Pendekatan BRI dalam Gaet UMKM

Uncategorized51 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Presiden Joko Widodo memuji BRI yang telah menerapkan visi perbankan digital dan menyentuh masyarakat hingga ke detail terkecil. Hal ini tercermin dari jumlah kios yang dioperasikan BRI dan besarnya jumlah transaksi.

“Saya senang dengan apa yang disampaikan Pak Sunarso: digital banking benar-benar berfungsi di BRI. “Bayangkan mengelola 740 ribu kios. Ini bukan hal yang mudah mengingat volume transaksi sebesar Rp 1.400 triliun per tahun,” kata Jokowi saat membuka lantai bursa. BRI Microfinance Outlook 2024 di BRILiaN Tower, Jakarta Selatan, Kamis (3 Juli 2024).

Ia mengapresiasi upaya BRI dalam “membebaskan” masyarakat dari perbudakan rentenir, mengingat dulu masih banyak masyarakat yang belum tersentuh sektor keuangan formal. Alhasil, solusinya menjadi “bank ritel” atau rentenir.

“Mengurus hal-hal kecil yang dulunya ditangani oleh rentenir dan bank ritel kini diambil alih oleh BRI. Itu harus kita apresiasi,” ujarnya.

BRI melalui holding Ultra Mikro atau UMi juga mampu menggaet jumlah nasabah yang cukup besar yakni 8,2 juta. Umi memberikan pinjaman hingga Rp 10 juta. Sedangkan PNM Mekaar yang mampu memberikan pinjaman maksimal Rp 25 juta memiliki 15,2 juta nasabah.

Jokowi kemudian membandingkan jumlah nasabah BRI Ultra Mikro (UMi) dengan Grameen Bank yang hanya 6,5 ​​juta. Dengan hanya 6,5 ​​juta, Muhammad Yunus, pemilik Grameen Bank, menerima Hadiah Nobel.

“Yang seharusnya menerima Hadiah Nobel adalah Direktur Utama Pak Sunarso (Direktur Utama BRI),” kata Jokowi.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Transformasi berkelanjutan membawa BRI 6 penghargaan

(ra/ra)


Quoted From Many Source

Baca Juga  IPO Resmi, Saham RGAS Naik 3,33%

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *