Ganti Uang Lebaran Baru Bisa Habis 4 Jutaan, Begini Caranya!

Uncategorized95 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) menjalankan program Ramadhan Rupee Cerah dan Berkah Idul Fitri (Serambi) 2024 di mana masyarakat bisa menukarkan uang tunai baru. Batasannya Rp 4 juta per hari.

Lalu bagaimana jika ada yang ingin menukarkan uang lebih dari 4 juta Rupiah?

Direktur Departemen Wealth Management BI Marlison Hakim mengatakan, masyarakat yang ingin menukarkan uang tunai senilai lebih dari Rp 4 juta harus mendaftar ulang melalui aplikasi PINTAR (penukaran dan penarikan rupiah) atau datang langsung ke tempat tujuan di lain hari. Jadi masyarakat memang tidak bisa menukarkan lebih dari Rp 4 juta per hari.

“Dilarang (lebih dari Rp 4 juta per hari). Kalau mau, di lain hari harus daftar lagi kalau masih bisa login ke aplikasi PINTAR,” tegas Marlison saat peluncuran layanan mobile checkout terintegrasi tersebut. BI dan Perbankan di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (28 Maret 2024).

“Jadi, satu orang yang terdaftar di PINTAR bisa menukarkannya [paket] sesuai KTP-nya. “Kalau FCT berbeda dengan yang lain, kami tidak bisa menerimanya karena itu aspek kesetaraan dan keadilan,” lanjutnya.

Marlison mengatakan, paket penukaran ini dibuat untuk memastikan masyarakat dapat menerima uang tunai secara adil. Namun satu paket dengan nominal maksimal Rp 4 juta hanya berlaku untuk satu penukar sesuai KTP per hari.

“Paketnya sama, masih Rp 4 juta. Tahun ini kami naikkan menjadi Rp4 juta dari tahun lalu Rp3,8 juta dengan harapan porsi yang diinginkan bisa terpenuhi,” kata Marlison.

“Kenapa kita membuat paket dan menukar satu orang dengan satu orang? Karena kami menginginkan keadilan dan kesetaraan bagi sebagian besar masyarakat,” lanjutnya.

Baca Juga  Berkunjung ke ITB, Pimpinan BNI memberikan wejangan pentingnya menjadi seorang wirausaha

Selain alasan keadilan, Marlison mengatakan alasan BI menetapkan maksimal nilai tukar mata uang pecahan Rp 4 juta adalah karena kebutuhan masyarakat Indonesia yang cenderung lebih menyukai pecahan kecil seperti Rp 2.000, Rp 5.000, Rp 10 ribu, 20 ribu rupiah Indonesia. dan 50 ribu rupiah.

BI khawatir jika menerapkan paket penukaran uang dengan nilai pecahan maksimal lebih dari Rp 4 juta, maka akan terjadi penjualan kembali uang di masyarakat.

“Ukuran ini kami tetapkan sebagai paket maksimal yang bisa kami berikan. Padahal kebanyakan orang menukarnya kurang dari Rp 4 juta,” jelas Marlison.

“Kalau yang mau tukar 500 ribu rupiah biasa saja. Anda juga bisa menukarkannya dengan uang 200 ribu rupiah. Jadi maksimal Rp 4 juta. Kalau jumlahnya lebih besar, dikhawatirkan akan terakumulasi dan digunakan untuk penjualan,” imbuhnya.

Khusus di Istora Senayan, setiap harinya BI membuka kuota penukaran uang harian untuk masyarakat sebanyak 5.000 orang dan pendaftaran dapat dilakukan melalui aplikasi PINTAR. Namun BI tetap melayani masyarakat yang datang ke Istor secara langsung, tanpa registrasi melalui aplikasi, selama persediaan masih ada.

Menurut Marlison, seluruh kuota penukaran uang di Istora Senayan sudah terisi penuh hingga hari terakhir penjualan. Kalau ada yang mau datang langsung ke tempat penukaran, cukup bawa KTP saja.

“Setiap hari kami buka kuota 5.000 orang, dan tanggal 31 Maret 2024 sudah terisi. Kuota 5.000 orang setiap hari sudah terisi, terisi,” kata Marlison.

Namun jika uang kami masih cukup untuk masyarakat yang belum berhasil login (mendaftar) aplikasi PINTAR dan go show (datang langsung ke lokasi), kami akan berusaha melayani sebanyak-banyaknya selama persediaan uang kami masih ada. masih di sana,” jelasnya.

Baca Juga  Dibayangi likuiditas dan perekonomian global, keadaan bank di Republik Ingushetia?

Sebagai informasi, BI menyiapkan Rp197,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan arus kas selama Ramadhan dan Idul Fitri 2024. Jumlah ini lebih tinggi dibandingkan tahun lalu yang sebesar Rp 188,8 triliun.

Sedangkan BI akan menyiapkan uang pecahan besar senilai Rp172,8 triliun dan uang pecahan kecil senilai Rp24,6 triliun.

Selain itu, BI memperkirakan arus kas selama Ramadhan dan Idul Fitri akan menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa. Peredaran uang di Pulau Jawa diperkirakan mencapai Rp 119,9 triliun. Namun, arus keluar terendah terjadi di Bali dan Nusa Tenggara – 7,7 triliun rupiah.

Sebagai informasi, satu paket yang bisa ditukarkan terdiri dari 100 lembar uang kertas Rp 1.000, 200 lembar uang kertas Rp 2.000, 100 lembar uang kertas Rp 5.000, 100 lembar uang kertas Rp 10 ribu, 50 lembar uang kertas Rp 20 ribu rupee, 20 lembar uang kertas pecahan 50 ribu rupiah. rupiah.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Cadangan devisa meningkat sebesar US$5 miliar karena meningkatnya utang pemerintah

(rns/pengusir hama)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *