Ganjar Jini mengakui investasi EBT itu mahal

Uncategorized336 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Calon presiden Ganjar Pranowo mengatakan Indonesia membutuhkan dana investasi Rp 1.300 triliun untuk proyek energi baru terbarukan (EBT).

“Kalau kita investasi di EBT akan sangat mahal,” kata Ganjar pada Seminar 100 Ekonom 2023 yang diselenggarakan INDEF dan CNBC Indonesia, Rabu (11/8/2023).

Ganjar pun mengaku menawarkan investasi EBT kepada investor asing agar transformasi energi ini bisa terjadi. Namun sebagian besar masyarakat keberatan setelah melihat kapasitas energi Indonesia.

“[Investor bilang,] “Ini memerlukan investasi, namun memerlukan banyak energi.” “Biasanya yang bilang energi fosilnya banyak yang kotor,” jelas Ganjar.

Selain membutuhkan dana yang besar, diperlukan juga sumber daya manusia yang memadai. Indonesia perlu melatih tenaga ahli yang dapat mengubah bahan ramah lingkungan menjadi sumber energi.

“Potensi lapangan kerja yang terserap dari EBT saat itu 3,7 juta orang. Skill set ini harus dipersiapkan, teknik lingkungan, pangan, data ilmuwan “Masih banyak yang harus dipersiapkan,” katanya.

Sebagai referensi, dalam dokumen visi dan misi Ganjar dan Mahfud, MD, pasangan calon ini membayangkan pemanfaatan sumber energi baru terbarukan (EBT) secara bertahap sebagai pembangkit terbarukan dengan potensi sekitar 3700 GW untuk kebutuhan energi dalam negeri, sehingga pangsa EBT dalam bauran energi akan mencapai 25-30% hingga tahun 2029.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Prabovo-Ganjar-Anies, Ini Impian Pelaku Asuransi soal Calon Presiden.

(Mentari Puspadini/ha)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Saham IHSG Anjlok Lebih dari 1%, Salahkan 6 Saham Berkapitalisasi Besar Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *