Dunia sedang tidak menentu, Rupee dan kawan-kawan masih dalam risiko

Uncategorized221 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Bank Indonesia (BI) memperkirakan suku bunga acuan Amerika Serikat (AS) atau federal funds rate akan tetap tinggi dalam jangka waktu lama atau tetap tinggi dalam jangka waktu lama. Hal ini menciptakan ketidakpastian di pasar keuangan dan mengancam aliran modal di negara-negara berkembang.

Hal itu diungkapkan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam jumpa pers, Kamis (23/11/2023).

“Seiring dengan laju inflasi, suku bunga kebijakan moneter, termasuk FFR, diperkirakan akan tetap tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama atau dikatakan lebih tinggi dalam jangka waktu yang lebih lama,” jelasnya.

Imbal hasil Treasury AS diperkirakan tetap tinggi karena tingginya premi risiko jangka panjang atau term premium terkait dengan tingginya kebutuhan utang untuk pembiayaan fiskal.

“Ketidakpastian pasar keuangan masih ada dan berdampak pada volatilitas aliran modal dan tekanan nilai tukar di negara-negara emerging market, termasuk Indonesia,” jelasnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Keputusan Rapat Dewan Gubernur BI Juli 2023 selengkapnya, simak!

(pengusir hama/pengusir hama)


Quoted From Many Source

Baca Juga  BEI akan menunjuk sekuritas sebagai market maker, ini perannya di bursa AS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *