Dua bank RI milik Bohir Korea akan bermasalah hak, menarik untuk dikoleksi?

Uncategorized62 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Dua bank Indonesia yang terafiliasi dengan Bohir, alias pemegang saham Korea Selatan, berencana menambah modal melalui pemberian hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau masalah hak tahun ini.

Yang pertama adalah PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) yang berencana melakukan right issue sebanyak 11,7 miliar saham baru. Industrial Bank of Korea (IBK) akan ikut serta sebagai pemegang saham utama perseroan, IBK kini menguasai 93,24% saham AGRS atau 35,23 miliar lembar saham.

Berdasarkan keterbukaan tersebut, manajemen Bank IBK Indonesia menjelaskan bank akan melakukan right issue sebanyak 11,7 miliar saham atau 23,65% dari total modal ditempatkan atau disetor penuh setelah PHMETD VI dengan nilai nominal Rp 100, dengan nilai sebesar Rp100.000. dana yang akan diterima dari PHMETD VI senilai Rp 1,17 triliun.

Apalagi masing-masing pemilik 100 saham lama, yang namanya tercatat dalam daftar pemegang saham [DPS] Pada tanggal 27 Juni 2024 pukul 16.00 WIB berhak atas 31 HMETD, dimana setiap HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu Saham Baru yang harus dibayar penuh pada saat penyerahan perintah pembelian saham.

Dana yang diterima dari PHMETD VI, setelah dikurangi biaya-biaya penerbitan saham, akan digunakan seluruhnya untuk menambah modal bank yang akan digunakan untuk penyaluran kredit.

Industrial Bank of Korea (IBK), selaku pemegang saham mayoritas perseroan dengan 35,22 miliar saham, berhak membeli 10,92 miliar saham baru dalam aksi korporasi tersebut. Namun berdasarkan surat permohonan tertanggal 27 Februari 2024, IBC menyatakan hanya akan melaksanakan sebagian haknya atau sebanyak-banyaknya 10 miliar saham, sehingga kepemilikan saham IBC menjadi sebanyak-banyaknya 91,39%.

Sedangkan jika pemegang saham lain tidak menebus HMETD-nya, maka kepemilikannya di saham Perseroan akan terdilusi menjadi 23,65%.

Sisanya tidak akan dijual atau dialihkan, namun sisa saham HMETD dapat diambil alih oleh pemegang saham publik atau pihak ketiga lainnya sesuai aturan yang berlaku.

Baca Juga  Aliran fundamental VS teknis, orang dekat LKH memilih ini

Tentang hak sperma pasar reguler dan pasar kontrak 25 Juni 2024. Sementara itu, ex hak pasar reguler dan pasar nego 26 Juni 2024 Sementara itu hak sperma pasar tunai 27 Juni 2024 dan hak sebelumnya pasar tunai pada 28 Juni 2024. Jadi, Distribusi hak 28 Juni 2024

Untuk pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) 1 Juli 2024 Perdagangan dan pelaksanaan hak 1-12 Juli 2024 Batas waktu pembayaran pemesanan efek tambahan 16 Juli 2024 Penyerahan efek 3-16 Juli 2024 Alokasi 17 Juli 2024 Pengembalian dana kelebihan pesanan jumlah 19 Juli 2024

Saham PT Bank IBK Indonesia Tbk (AGRS) diharga Rp 75 per saham pada pukul 09:30 Rabu WIB (20 Maret 2024).

Hal ini tentu saja membuat harga saham AGRS saat ini masih di bawah harga parinya. masalah hak senilai Rp 100 per saham dan menarik bagi pelaku pasar. Selain itu penggunaan dana masalah hak digunakan bukan untuk melunasi utang, tetapi untuk menambah modal bank, dan semua itu ditujukan untuk penyaluran kredit.

Kemudian bank kedua yang terafiliasi dengan pemegang saham Korea Selatan, yaitu PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA), juga akan memiliki masalah hak.

Perusahaan akan menjualnya masalah hak sebanyak 6,4 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100 per saham atau 42,76% dari modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan setelah PHMETD IV. Diketahui Woori Bank Korea akan membeli kembali seluruh HMETD miliknya.

Berdasarkan keterbukaan, setiap pemegang 2,14 miliar saham lama yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 22 Maret 2024 berhak menerima 1,6 miliar HMETD. Setiap HMETD memberikan hak kepada pemegangnya untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan Rp500 per saham, yang harus dibayar penuh pada saat penyerahan perintah pelaksanaan HMETD.

Baca Juga  Ketiga saham ini melonjak bersamaan, Prajogo semakin kaya

Jumlah dana yang diterima perseroan dalam rangka PHMETD IV ini sebanyak-banyaknya Rp 3,2 triliun.

Diketahui Woori Bank Korea menguasai 84,20% saham SDRA atau memiliki 7,21 miliar saham SDRA dan berhak mengakuisisi 5,38 miliar saham baru atau senilai Rp 2,69 triliun.

Setelah masalah hak, porsi kepemilikan Woori Bank Korea akan meningkat menjadi 90,3% dari sebelumnya 84,2%. Bagi pemegang saham lain yang tidak menebus HMETD-nya, maka kepemilikannya akan berkurang sebanyak-banyaknya 42,8%.

Woori Bank Korea diketahui memiliki dana yang cukup untuk melaksanakan seluruh hak memesan efek terlebih dahulu, sebagaimana tercermin dalam Laporan Analisis Rekening Woori Bank Korea per Desember 2023. Tercatat dana yang tersedia berjumlah US$1,36 miliar atau setara Rp 21,08 triliun. .

Adapun rencana penggunaan dana, seluruh dana yang diterima perseroan diperoleh dari pendapatan. masalah hak Sekitar 90,39% akan digunakan sebagai modal kerja untuk mendukung ekspansi kredit, sedangkan sisanya sebesar 9,61% akan digunakan untuk pengembangan IT.

Sedangkan harga saham PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) per pukul 09:50 WIB Rabu (20 Maret 2024) ditetapkan di Rp 560 per saham.

Artinya, harga saham SDRA saat ini lebih tinggi dibandingkan strike price. masalah hak sebesar Rp 500 per saham. Tentu saja hal ini menjadi kurang menarik bagi pelaku pasar, meski pendapatannya terpakai masalah hak digunakan untuk perluasan dan pengembangan usaha.

Penolakan tanggung jawab: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berdasarkan pandangan Riset CNBC Indonesia. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca dan kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul akibat keputusan ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Korea menanamkan modal Rp 1 triliun ke bank ini

(melihat/melihat)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *