DPR menyetujui tujuh nama badan pengawas FPS

Uncategorized266 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Nama Komisi Tujuh akan dialihkan ke Pimpinan DPR RI akan disetujui dalam Rapat Paripurna DPR.

Tujuh nama lolos uji kepatuhan yang dilakukan DPR pada 27-28 November 2023. Sebelumnya, ada 40 orang yang mengikuti seleksi calon anggota dewan pengawas FSC.

Mereka terdiri dari orang-orang dari berbagai latar belakang, antara lain perwakilan badan regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), seperti Tongam Lumban Tobing yang pernah menjabat Ketua Satgas Waspada Investasi (SWI) OJK, politisi, pakar, dan pakar keuangan. , dan juga perwakilan pemerintah.

Berikut nama-nama yang disetujui Komisi XI DPR:

  1. Farid Azhar Nasution
  2. APA Timo Pangerang
  3. Agung Ardianto
  4. Suhaji Lestiadi
  5. Eko Kusnadi
  6. Tauhid Ahmad
  7. Peni Hirjanto

Anggota Komisi XI DPR RI Eriko Sotarduga membenarkan nama-nama tersebut. “Iya benar,” ujarnya kepada CNBC Indonesia, Rabu (29/11/2023).

Ketujuh nama tersebut kemudian akan diajukan ke paripurna untuk disahkan. “Supaya legal dan langsung berfungsi,” ujarnya.

Di antara nama-nama yang dipilih adalah perwakilan dari kalangan profesional, seperti Direktur Keuangan dan Investasi IFG Life Farid Azhar Nasution, mantan anggota BPKH Suhaji Lestiaji, politikus APA Partai Demokrat Timo Pangerang, anggota DPR dari Fraksi Partai Demokrat.

Selain itu, ada juga ulama seperti Tauhid Ahmad yang saat ini tercatat sebagai Direktur Eksekutif Institute for Economic and Financial Development (Indef). Apalagi Peni Hiryanto merupakan unsur pemerintah.

Sedangkan pembentukan kewenangan pengawasan FSC diatur dalam Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pembinaan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).

Kewenangan pengawasan MPS dimaksudkan untuk membantu DPR dalam melaksanakan tanggung jawab pengawasannya pada bidang tertentu di MPS. Badan ini juga berupaya meningkatkan efektivitas, akuntabilitas, independensi, transparansi, dan kewenangan kelembagaan LPS.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Aset LPS semakin tebal dan diperkirakan mencapai Rp 215 ribu pada tahun ini.

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Baca Juga  DPR menyoroti kiprah Eric dalam memperbaiki proyek infrastruktur dan mengapresiasi kinerja PSSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *