Deretan 16 saham di bawah Gocap, nomor 1 memang mengejutkan

Uncategorized330 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Pada perdagangan Selasa (28/11/2023) tercatat 16 saham kini berada di bawah level psikologis Rp50 per saham atau level gocap, dimana salah satunya sudah mencapai dan hampir menyentuh harga Rp1 per saham. membagikan. .

Di bawah ini adalah saham-saham yang sudah dihargai di bawah Rp 50 per saham.




















Penerbit Kode stok Harga sekarang Perubahan hari ini Perubahan mingguan Perubahan sejak awal tahun
Mitra Komunikasi Nusantara MKNT 2 0,00% 0,00% -96,00%
Energi Perkasa Himalaya MEMBIAS 4 0,00% 0,00% -92,00%
Internasional Modern MDRN 7 0,00% 16,67% -86,00%
Mitra Sumber Daya Internasional PERDAMAIAN 8 -11,10% -11,11% -84,00%
Pelayaran Laut Tamarin PENGUNJUNG 8 0,00% -11,11% -84,00%
Megawisata Epack Sentosaraya EPAC 9 0,00% 0,00% -82,00%
Agung Semesta Sejahtera WADAH 9 -10,00% 0,00% -82,00%
Leyand Internasional LAPD 10 -9,09% -33,33% -80,00%
Minna Padi Investama Sekuritas PADI 10 0,00% 11,11% -80,00%
Asosiasi Keramik Indonesia KIAS 14 0,00% -6,67% -72,00%
Skenario pembangunan global GAMA 18 0,00% 0,00% -64,00%
Prana Berlian Baru IBFN 19 0,00% -9,52% -80,41%
Andalan Perkasa Abadi NASA 21 0,00% 0,00% -58,00%
Lankartama yang sebenarnya TAMA 23 -4,17% -17,86% -54,00%
Dua putra kepala suku yang sukses DPUM 28 0,00% 3,70% -44,00%
Energi Ratu Prabu ARTI 34 -8,11% -32,00% -32,00%

Sumber: Refinitif dan RTI

Dari jajaran saham di bawah gocap tersebut, PT Mitrakomunikasi Nusantara Tbk (MKNT) menjadi saham dengan harga terendah saat ini atau di bawah level psikologis Rp 10 per saham. Saham MKNT hari ini diperdagangkan pada harga Rp 2 per saham.

Selain saham MKNT, ada beberapa saham lain yang harganya di bawah Rp 10 per saham, yakni: PT Himalaya Energi Perkasa Tbk (HADE), PT Modern Internasional Tbk (MDRN), PT Mitra International Resources Tbk (MIRA), PT Pelayaran Tamarin Samudera. Tbk (TAMU), Megawisata Epack Sentosaraya Tbk (EPAC) dan PT Agung Semesta Sejahtera Tbk (TARA).

Sementara itu Menurut Bursa Efek Indonesia (BEI), sebagian besar dari 16 saham tersebut setidaknya memiliki dua tanda khusus di papan pemantau khusus. Sebutan khusus tersebut terutama adalah angka 1 dan 7.

Namun ada saham yang memiliki tiga kriteria peruntukan khusus yaitu PT Modern International Tbk (MDRN) dengan kriteria 1, 5, dan 7.

Sekadar informasi, kriteria 1 berarti rata-rata harga saham selama 6 bulan terakhir di pasar reguler dan/atau pasar lelang permintaan berkala reguler adalah kurang dari Rp51,00.

Sedangkan kriteria 5 berarti saham tersebut memiliki ekuitas negatif pada laporan keuangan terakhirnya.

Kriteria 7 berarti saham tersebut mempunyai likuiditas yang rendah, dengan kriteria rata-rata nilai transaksi saham harian kurang dari Rp5.000.000 dan rata-rata volume transaksi saham harian kurang dari 10.000 lembar saham selama 6 bulan terakhir di pasar reguler dan/atau reguler. pasar panggilan berkala.Lelang.

Itu tidak hanya berisi simbol-simbol khusus. dewan pemantau khusus, salah satu sahamnya juga masih dikenakan suspensi, dan hingga saat ini suspensi tersebut belum diperpanjang.

saham PT Aksara Global Development Tbk (GEMA). Suspensi saham GAMA berlaku sejak 27 Juni dan hingga saat ini suspensi tersebut belum diperpanjang.

BEI menghentikan sementara penerbitan saham GAMA karena belum menyampaikan laporan keuangan yang telah diaudit per 31 Desember 2022.

Sebagaimana diketahui, bursa telah menerbitkan Peraturan Bursa Nomor IX tentang Pencatatan Efek Bersifat Ekuitas pada Badan Pengawas Khusus yang mulai berlaku pada 9 Juni 2023, dan Peraturan Bursa Nomor II-X tentang Perdagangan Efek Bersifat Ekuitas. dalam Badan Pengawas Khusus yang mulai berlaku pada tanggal 9 Juni 2023. akan berlaku mulai 12 Juni 2023.

RISET CNBC INDONESIA

[email protected]

Penolakan tanggung jawab: Artikel ini merupakan produk jurnalistik berdasarkan pandangan Riset CNBC Indonesia. Analisis ini tidak dimaksudkan untuk mendorong pembaca membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investasi terkait. Keputusan sepenuhnya ada di tangan pembaca dan kami tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau keuntungan yang timbul akibat keputusan ini.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

14 saham ini semakin mendekati Rp 1.

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Baca Juga  Inflasi AS kembali membara hingga mencapai 3,7% (YoY)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *