Data Inflasi Rupee: Kuatkah Hari Ini?

Uncategorized41 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Rupee terlihat mulai menguat pada akhir pekan lalu, namun masih dalam tren pelemahan mingguan. Inflasi RI Februari 2024 yang lebih tinggi dari perkiraan kemungkinan masih akan terus membebani pergerakan mata uang Garuda.

Hingga akhir perdagangan Jumat kemarin (3/1/2024), rupee ditutup menguat tipis 0,1% di Rp 15.695 per dolar AS, berdasarkan data Refinitiv. Kenaikan tersebut akhirnya memutus tren pelemahan yang berlangsung lima hari berturut-turut.

Sayangnya, kenaikan tersebut masih belum mampu mengimbangi pelemahan minggu ini, mata uang Garuda terkoreksi sebesar 0,67%.

Rupee jatuh terutama karena arus masuk yang besar arus modal keluar.

Mengutip data Bank Indonesia berdasarkan transaksi 26-29 Februari 2024, investor asing mencatatkan jual bersih Rp2,00 triliun yang terdiri dari jual bersih di pasar SUN Rp 0,82 triliun dan jual bersih saham senilai Rp 2,64 triliun. . pasar, dan pembelian bersih pada Surat Berharga Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 1,46 triliun.

Investor asing memilih keluar dari pasar keuangan Indonesia karena tidak ada tanda-tanda penurunan suku bunga di AS. Kondisi dalam negeri defisit ganda yang membuat Indonesia kurang menarik.

Indonesia mencatatkan defisit transaksi berjalan sebesar dua kali lipat dan defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Indonesia mencatat defisit transaksi berjalan hingga US$1,3 miliar pada kuartal keempat tahun 2023, sedangkan defisit tersebut diperkirakan mencapai US$1,6 miliar atau 0,1% dari produk domestik bruto (PDB) pada tahun 2023 secara keseluruhan. Sebaliknya, defisit APBN tahun 2023 sebesar Rp347,6 triliun atau 1,65% dari produk domestik bruto (PDB).

Lebih lanjut, data inflasi tampaknya masih berdampak pada pergerakan pasar keuangan hari ini, Senin (04/03/2024).

Baca Juga  Saham Asia Mulai Resah, Apakah Investor Bullish Lagi?

Seperti diketahui, akhir pekan lalu BPS mempublikasikan data inflasi yang naik di atas ekspektasi pasar yakni 2,75% year on year, namun masih dalam kisaran target pemerintah sebesar 1,5%-3,5%.

BPS menyebutkan inflasi pada Februari didorong oleh kelompok bahan makanan antara lain beras, cabai merah, daging ayam, tomat, dan bawang putih, serta gula pasir. Selain makanan dan minuman, BPS mencatat emas perhiasan, perjalanan udara, dan kontrak perumahan juga memberikan kontribusi signifikan.

“Terdapat sebaran inflasi regional tahunan antar provinsi. Tertinggi di Papua Selatan sebesar 4,61% dan terendah di Papua Barat Daya inflasi sebesar 1,81%,” kata M. Habibullah, Deputi Statistik Produksi BPS, Jumat. (1). /3/2024).

Sementara itu, pidato pejabat The Fed hari ini kemungkinan besar akan merespons kondisi perekonomian global terkini, terutama perkiraan inflasi AS terkini yang diperkirakan akan kembali turun.

Pada Januari 2024, inflasi AS mencapai 3,1% YoY, turun dari 3,4% pada Desember 2023, namun masih jauh di atas ekspektasi pasar (2,9%).

Namun, ada kabar baik lebih lanjut pada Kamis pekan lalu menyusul penurunan lebih lanjut data inflasi Belanja Konsumen Pribadi (PCE) AS.

Biro Analisis Ekonomi Departemen Perdagangan AS melaporkan inflasi PCE pada bulan Januari tercatat sebesar 2,4% YoY. lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 2,6% y/y. Angka tersebut juga sesuai dengan ekspektasi pasar yang memperkirakan inflasi PCE akan naik sebesar 2,4% (secara tahunan).

Teknis Rupee

Rupee terlihat berubah arah dan tren pelemahannya setiap jamnya. Rupiah di dekatnya mungkin menguji support sebagai target penguatan langsung di Rp 15.685/USD, yang berasal dari garis rata-rata 50 jam atau rata-rata pergerakan/MA 50.

Perlu diketahui, jika support tersebut tidak dapat ditembus, ada kemungkinan terjadi rebound yang mengindikasikan berlanjutnya tren pelemahan. Sebagai ekspektasi, pelaku pasar dapat mencermati resistance terdekat di Rp 15.730/USD, posisi ini berasal dari garis lurus yang ditarik dari candlestick intraday high 28 Februari.

Baca Juga  Listing pertama: Saham Janu Putra Sejahtera (AYAM) naik 35%
Foto: Tradingview
Pergerakan rupee terhadap dolar AS

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Inflasi RI Turun hingga 2,61%, Apa Dampaknya Terhadap Rupee?

(tsn/tsn)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *