Dalam mengusut kasus BUMN, Erik Thohir bekerja sama dengan BPKP dan Kejaksaan Agung

Uncategorized41 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk mengawal program transformasi BUMN. Penandatanganan tersebut juga dihadiri oleh 33 perusahaan pelat merah.

Alhamdulillah, ini menurut saya bukan kerjasama yang pertama, tapi sudah terulang karena dari awal Jaksa Agung, Pak Ateh, dan saya sudah melakukan pekerjaan yang sama, kata Menteri BUMN Eric Thohir saat memberikan sambutan. rapat di Gedung BPKP Jakarta, Senin (3/3).

Menurutnya, kerja sama ini diperlukan karena BUMN tidak hanya berperan sebagai korporasi, tetapi juga mempunyai kewajiban untuk melayani masyarakat.

“BUMN ini harus benar-benar sehat karena konteksnya bukan sekedar korporasi, tapi pelayanan publik yang peduli terhadap perekonomian rakyat dan pembangunan,” ujarnya.

Eric mengatakan, saat ini program bersih-bersih BUMN masih berjalan baik dan belum berakhir. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat respons pemerintah terhadap tantangan yang berubah secara dinamis.

“Program bersih-bersih BUMN yang dicanangkan berjalan baik berdasarkan pengalaman BPKP. Belum terselesaikannya karena permasalahan dunia yang dinamis dan kompleks. Dan kerjasama ini kami dorong agar pengaturan dan pengawasan BUMN dapat lebih baik lagi. Pelayanan korporasi pemerintah yang sehat akan meningkat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala BKPP Muhammad Yusuf Ateh mengatakan kerja sama ini terkait pengawasan administrasi publik dan manajemen risiko.

“Tentunya dalam kasus-kasus yang diajukan Jaksa Agung, saya berharap ada sedikit penegakan hukum. Ini sebagai kegiatan preventif,” imbuhnya.

Sementara itu, Jaksa Agung St. Burhanuddin mengatakan, temuan kasus yang dilaporkan Kementerian BUMN akan dipertimbangkan sesuai dengan norma hukum yang berlaku.

Baca Juga  Perang Hamas-Israel Meluas, Akankah Harga Minyak Naik Lagi?

Sementara itu, dia menambahkan, untuk kasus dana pensiun BUMN (dapen) yang bermasalah, hal tersebut akan diumumkan dalam waktu dekat.

“Sebenarnya (dapen BUMN yang bermasalah) sudah siap diimplementasikan. Kita dan Kementerian BUMN akan bertemu, atau mungkin Jampidsus akan bertemu dengan Wakil Menteri,” tutupnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

BUMN Dapen Diduga Pencurian Dana Pensiun: Begini Caranya

(ay/ay)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *