Citigroup akan melakukan reorganisasi dan PHK massal

Uncategorized489 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Raksasa perbankan Amerika Serikat (AS) Citigroup mengumumkan keputusannya untuk melakukan reorganisasi perusahaan pada Rabu (13/9/2023) waktu setempat. CEO Citigroup Jane Fraser mengatakan langkah ini akan mengurangi lapisan manajemen dan mempercepat pengambilan keputusan.

Mengutip CNBC, Fraser dalam pesannya mengatakan Citigroup akan dibagi menjadi lima bidang bisnis utama yang akan melapor langsung kepadanya. Sebelumnya, perusahaan memiliki dua divisi utama yang melayani klien konsumen dan institusi besar.

“Perubahan ini menghilangkan kompleksitas yang tidak perlu di seluruh bank, meningkatkan akuntabilitas dalam memberikan layanan nasabah yang unggul dan memperkuat kemampuan kami untuk memanfaatkan hubungan alami yang ada di antara bisnis kami, semuanya dengan tujuan mencapai tujuan jangka menengah kami,” kata Fraser.

Perubahan tersebut akan menyebabkan PHK, meskipun bank New York belum memutuskan berapa banyak PHK, menurut orang-orang yang mengetahui situasi tersebut.

Fraser menguraikan rencana PHK dalam sebuah memo kepada karyawan. Di dalamnya, dia mengatakan reorganisasinya akan selesai pada kuartal pertama tahun depan.

“Kami akan mengucapkan selamat tinggal kepada beberapa rekan yang sangat berbakat dan pekerja keras yang telah memberikan kontribusi penting bagi perusahaan kami,” kata Fraser.

Fraser, yang kini memasuki tahun ketiga di Citigroup, sedang mencoba menghidupkan kembali perusahaan yang terperosok dalam kemerosotan saham yang terus-menerus. Sementara itu, Citigroup adalah bank AS terbesar ketiga berdasarkan aset, di belakang JPMorgan Chase dan Bank of America.

Saham Citigroup diperdagangkan pada harga terendah di antara bank-bank besar AS, sekitar $41 per saham. Melihat kinerja historisnya, saham Citigroup telah mengalami penurunan sejak tahun 2008.

Citigroup sendiri menyediakan layanan perbankan ritel domestik yang jauh lebih sedikit dibandingkan pesaingnya. Hal ini membantu menjelaskan mengapa Citigroup mengalami kesulitan selama krisis keuangan tahun 2008.

Baca Juga  Untuk UMKM, Ganjar tunjukkan pinjaman khusus perempuan di Bank Jateng

Meskipun CEO juga telah mengurangi kehadiran Citigroup di luar negeri dengan meninggalkan lebih dari selusin negara, termasuk Meksiko, hal itu tidak cukup. Saham Citigroup telah anjlok sekitar 40% sejak Frazier mengambil alih pada Maret 2021, penurunan terburuk di antara para pesaing bank besarnya.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Mega Bank ikut mendorong penerapan ekonomi digital

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *