Bursa mengancam akan membuang saham Asabri POOL

Uncategorized234 Dilihat


Jakarta, CNBC Indonesia – Bursa Efek Indonesia (BEI) telah memperingatkan kemungkinan delisting PT Pool Advista Indonesia Tbk. (KOLAM). Per 10 Juni 2020, emiten tersebut melakukan suspensi atau penghentian perdagangan saham.

Berdasarkan permohonan Bursa Efek Indonesia (Bursa) No. Peng-SPT-00011/BEI.PP3/06-2020 tanggal 10 Juni 2020 tentang penghentian sementara perdagangan efek PT Pool Advista Indonesia Tbk. (POOL) serta Peraturan Bursa Nomor II tentang “Delisting dan Relisting Saham di Bursa,” tulis manajemen BEI, Rabu (13/12).

Bursa dapat melakukan delisting saham POOL dari perusahaan tercatat apabila terjadi kondisi atau peristiwa tertentu. Hal ini antara lain mempunyai dampak yang merugikan secara material terhadap kelangsungan hidup perusahaan tercatat, baik secara finansial maupun hukum, atau terhadap kelangsungan status perusahaan tercatat sebagai perusahaan publik, dan perusahaan tercatat mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda pemulihan yang memadai.

Ini bukan pertama kalinya peringatan seperti itu dikeluarkan oleh bursa. Bursa juga mengumumkan kemungkinan penghapusan pencatatan pada Desember 2022.

Selain itu, saham emiten yang terkena suspensi di pasar reguler dan pasar spot hanya diperdagangkan di pasar negosiasi selama 24 bulan terakhir.

Sehubungan dengan hal tersebut di atas, maka masa suspensi saham PT Pool Advista Indonesia Tbk. (Perusahaan) mencapai 42 bulan terhitung 11 Desember 2023,” tegas manajemen BEI.

Bagi yang berminat dengan perusahaan dapat menghubungi Bapak Markhandra selaku Sekretaris Perusahaan di 021-80626300.

“Bursa meminta masyarakat memperhatikan dan mencermati segala bentuk informasi yang diberikan Perseroan,” tegasnya.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan berdasarkan hasil Rapat Umum Pemegang Saham yang diselenggarakan pada tanggal 18 November 2022 adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama : Bima Aranta
Komisaris Independen : Gondo Radityo Gambiro
Direktur Utama: Marheendra
Sutradara : Ferdiansya Siregar

Baca Juga  Dunia sedang tidak menentu, Rupee dan kawan-kawan masih dalam risiko

Sementara itu, susunan pemegang saham per 30 November 2023 berdasarkan laporan bulanan registrasi pemegang efek adalah sebagai berikut:

Pemegang Saham PT Asabri (Persero): 173.941.500 atau 7,43%
Kejaksaan Agung : 625.918.824 atau 26,73%
PT Advista Multi Artha*) : 76.913.964 3,29%
Komunitas: 1.464.591.976 atau 62,55%

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

BEI menghapus gembok ICON. Apakah Asabri bisa bertransaksi lagi?

(mx/mx)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *