Bursa Asia kembali bergairah. Akankah ini menjadi akhir pekan yang bahagia?

Uncategorized113 Dilihat

Jakarta, CNBC IndonesiaSaham-saham Asia-Pasifik dibuka kembali menguat pada hari Jumat (11 Maret 2023), dengan investor menunggu data terbaru untuk mendapatkan wawasan lebih lanjut mengenai keadaan aktivitas sektor jasa di wilayah tersebut.

Hingga pukul 08:30 WIB, Indeks Hang Seng Hong Kong menguat 1,02%, Indeks Komposit Shanghai China menguat 0,1%, Indeks Straits Times Singapura menguat 1,52%, ASX 200 Australia menguat 1,21%, dan KOSPI Korea Selatan menguat 0,91 %.

Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang ditutup hari ini memperingati Hari Kebudayaan.

Setelah data aktivitas manufaktur bulan Oktober 2023 dirilis beberapa hari lalu, kini giliran data aktivitas sektor jasa bulan Oktober yang dirilis. Negara di kawasan Asia-Pasifik yang akan merilis data aktivitas sektor jasa adalah Australia, China, India, dan Hong Kong.

Di sisi lain, bursa saham Asia Pasifik cenderung kembali menunjukkan antusiasme seiring dengan antusiasme pasar saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street kemarin.

Dow Jones Industrial Average (DJIA) ditutup naik 1,7%, S&P 500 naik 1,89% dan Nasdaq Composite naik 1,78%.

Penguatan Wall Street terus didukung oleh keputusan bank sentral AS (Fed) yang mempertahankan suku bunga acuan pada 5,25-5,50% dan penurunan imbal hasil (memanen) Departemen Keuangan AS.

Seperti diketahui, The Fed mempertahankan suku bunga kemarin, yang juga menyebabkan penurunan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun menjadi 4,668%. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan akhir Oktober yang mencapai 5%.

Justin Burgin, wakil presiden penelitian ekuitas di Ameriprise Financial, menyebut pernyataan Ketua Jerome Powell setelah pertemuan The Fed lebih dovish. Pelaku pasar kini semakin optimis dengan berakhirnya siklus kenaikan suku bunga.

Baca Juga  Fokus Kemenangan Prabowo-Gibran, Arif Rosid Tinggalkan BSI

Burgin menambahkan, laporan keuangan perseroan mungkin tidak sebaik perkiraan analis dan dapat memberikan tekanan pada pasar saham. Namun kinerja keuangan yang terus tumbuh positif, bahkan di atas ekspektasi, mendorong penguatan pasar saham.

“Pernyataan Powell adalah hal yang ingin didengar semua orang. Fakta bahwa pada kuartal keempat semuanya berjalan sesuai keinginan pasar adalah hal yang baik,” kata Burgin, seperti dikutip dari Reuters Reuters.

Selain itu, AS juga akan mengumumkan dua data penting ketenagakerjaan hari ini, yakni tingkat pengangguran dan non-farm payrolls Oktober 2023.

Menurut pelaku pasar, data ketenagakerjaan di AS akan terus bagus pada bulan Oktober tahun ini. Tingkat pengangguran diperkirakan akan tetap sebesar 3,8% di bulan Oktober, sama seperti di bulan September.

Sedangkan tambahan tenaga kerja dari sektor non pertanian atau upah di sektor non-pertanian (NFP) pada bulan Oktober. Penambahan pekerjaan NFP mencapai 336.000 pada bulan September.

Kamis lalu, AS melaporkan klaim pengangguran naik 5.000 menjadi 217.000 dalam pekan yang berakhir 28 Oktober. Jumlah ini melampaui ekspektasi pasar sebesar 210.000.

RISET CNBC INDONESIA

[Gambas:Video CNBC]

Artikel berikutnya

Inflasi AS kembali turun, saham-saham Asia dibuka menguat

(bhd/bhd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *