BREN IPO, diam-diam harta ketiga anak Prajogo mencapai Rp 44 ribu

Uncategorized389 Dilihat

Jakarta, CNBC Indonesia – Emiten energi bersih milik taipan Prajogo Pangest, Barito Renewables Energi (BREN), resmi go public awal pekan ini, Senin (10 September).

Saham BREN langsung dibuka dan melonjak hingga menyentuh Batas Atas Penolakan Otomatis (ARA) atau menguat 25%. Saham BREN kemudian terus diperdagangkan bersama ARA hingga dua hari perdagangan berikutnya dan ditutup pada harga Rp 1.515 per saham kemarin pada penutupan perdagangan Rabu (11 November).

Angka tersebut setara dengan kenaikan harga IPO sebesar 94,23% yang ditetapkan Rp 780 per saham saat perseroan menerbitkan saham baru dan melepasnya ke publik. BREN saat ini memiliki kapitalisasi pasar sebesar Rp 202,69 triliun.

Dengan valuasi tersebut, BREN langsung masuk sepuluh besar perusahaan paling berharga di Bursa Efek Indonesia (BEI). BREN menduduki peringkat ke-9 emiten dengan nilai pasar tertinggi, tepat di belakang sesama emiten Prajogo Chandra Asri Petrochemical (TPIA) dan di atas Bank Negara Indonesia (BBNI).

Kapitalisasi raksasa ini pun pada akhirnya turut menyumbang peningkatan signifikan kekayaan anak Prayogo pemilik saham BREN.

Aset anak Prayogo di BREN

Ketiga anak Prajogo tercatat sebagai pemegang saham tidak langsung BREN. Ketiganya diselenggarakan hingga akhir oleh Green Era Energi Pte. Ltd (GEE) yang kepemilikan sahamnya di BREN akan terdilusi menjadi 23,52% setelah IPO.

GEE sendiri dimiliki oleh ketiga anak Prayogo dan Erwin Ciputra yang merupakan Direktur BREN dan Direktur Utama Chandra Asri Petrochemical (TPIA). Bagian Erwin di GEE adalah 6,01%.

Sedangkan Agus Salim Pangestu dan Baritono Prajogo Pengestu masing-masing memiliki 4,99% saham GEE. Kemudian sisanya sebesar 84,01% menjadi milik Nancy Pangest Tabardel melalui kepemilikan langsung dan tidak langsung.

Baca Juga  LPS memperkirakan pertumbuhan DPK tahun ini sebesar 6%.

Alhasil, Nancy secara tidak langsung memiliki 19,76% saham BREN. Sedangkan dua saudara laki-lakinya yang lain masing-masing memegang 1,17%.

Komisi penilai mencapai Rp 202,69 triliun sejak awal debut di bursa, sehingga kekayaan anak kandung Prayogo BREN itu hampir mencapai Rp 45 triliun.

Nancy, pemilik properti tidak langsung terbesar, memiliki aset terkait BREN senilai Rp 40,05 triliun dan termasuk orang terkaya baru di Indonesia. Agus dan Baritono kemudian masing-masing memiliki BREN senilai Rp 2,37 triliun setelah perusahaan go public.

Sementara itu, aset Prajogo Pangestu yang secara tidak langsung menguasai 45,84% saham BREN dan merupakan pengendali emiten tersebut, setelah diperdagangkan tercatat Rp 92,91 triliun terkait dengan saham energi panas bumi.

Sebagai informasi, saham GEE yang dikuasai anak Prayogo saat ini dijaminkan kepada Bank of Bangkok berdasarkan Share Pledge Agreement No. 1.80 tanggal 28 Maret 2023 antara GE dan Bangkok Bank.

Sebagian dana hasil IPO akan digunakan untuk melunasi utang perseroan kepada Bangkok Bank.

[Gambas:Video CNBC]

Artikel selanjutnya

Harta Prajogo Pangestu bertambah Rp 11,35 triliun dalam semalam. Bagaimana?

(fsd/fsd)


Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *